Lewat “Love For Sale”, Gading Marten Keluar dari Zona Nyaman

Editor: Irvan Syafari

443
Gading Marten dalam acara Konferensi pers "Love for Sale"/Foto Akhmad Sekhu.

JAKARTA — Sekian lama tak mendapat peran utama dalam sebuah film, Gading Marten kini mendapat kesempatan lagi sebagai peran utama dalam film “Love For Sale” pada 2018 ini. Gading memang pernah menjadi peran utama dalam film “Sampai Ujung Dunia” (2012), setelah itu hanya menjadi pemeran pendukung dalam banyak film seperti “Cinta di Saku Celana” (2012), “Kakak” (2015), “Me vs Mami” (2016), “Hangout” (2016).

Gading merasa nyaman menggeluti profesinya sebagai presenter acara musik di sebuah stasiun televisi swasta karena pekerjaan menjadi presenter baginya memang mengasyikkan. .

“Main film “Love For Sale” saya seperti keluar dari zona nyaman,” kata Gading Marten kepada Cendana News seusai press screening film ‘Love For Sale’ di Bioskop CGV, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018)

Lelaki kelahiran Jakarta, 8 Mei 1982, itu mengaku tak menyangka dapat peran utama, bahkan ia merasa tak percaya diri. “Si Ucup (sapaan akrab Sutradara Andibachtiar Yusuf) yang menyakinkan saya untuk bisa main film ini,” ungkapnya.

Setelah dipercaya untuk main sebagai pemeran utama, Gading merasa bangga. “Kemudian, saya berusaha untuk memerankan sebaik mungkin, “ beber putra aktor senior Roy Marten.

Dalam film ini, Gading merasa tertantang karena ada love scene dan karena sekarang sudah punya istri ia pun minta izin sebelum menjalani syuting. “Justru istri saya sangat mendukung karena tidak semua orang mendapat peran utama, “ papar alumnus fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Atma Jaya Jakarta ini.

Selama syuting, Gisella Anastasia, istri Gading, tak datang karena tentu tak ingin mengganggu mood Gading melakukan adegan love scene.

“Saya merasa dibebaskan, justru karena dibebaskan inilah saya menjaga kepercayaan yang diberikan istri saya, saya tidak berbuat macam-macam, saya bertanggung jawab dan profesional,“ ucapnya dengan mimik serius sekali.

Untuk menjalin chemistry dengan lawan mainnya, Gading merasa tidak ada masalah. “Ada proses reading dan ngbrol, saya orangnya gampang akrab dengan orang jadi tidak ada masalah dan lancar-lancar saja, “ tegasnya.

Harapan Gading, film produksi bersama Visinema Pictures, Stay Connected Media dan 13 Entertainment, dengan arahan sutradara Andibachtiar Yusuf mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

“Semoga dengan menonton film ini, masyarakat mendapat sesuatu yang baik, seperti tentang kedisiplinan, kesetiakawanan dan ketulusan cinta kasih sayang, “ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...