LIB Instruksikan Perseru Pindah Markas

354
Ilustrasi Perseru Serui - Foto: @PerseruSerui

JAKARTA – Operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) menginstruksikan Perseru Serui agar memindah markas tim tersebut. Pemindahan dilakukan sampai Stadion Marora yang menjadi home base selesai dipugar dan dinyatakan layak untuk digunakan di Liga 1 2018.

Direktur Operasional PT LIB Tigorshalom Boboy menyebut, kondisi Stadion Marora masih belum layak. “Statusnya belum layak. Oleh karena itu Perseru harus pindah dahulu sebelum semua perbaikan stadion selesai dilakukan,” kata Tigor, Jumat (16/3/2018).

Tigor menyebut, Stadion Marora memerlukan banyak renovasi untuk menuju status layak menggelar laga di Liga 1 Indonesia. Mulai dari lampu, ruangan termasuk ruang ganti dan pagar yang ada di stadion butuh pembenahan. PT LIB selaku operator liga memiliki standar kelayakan stadion yang harus dipatuhi oleh semua peserta Liga.

Karena seluruh tim memiliki kewajiban yang sama, tidak satupun klub yang bisa mendapatkan toleransi atau kelonggaran terkait infrastruktur stadion dengan alasan apapun. “Di sepak bola kita harus menyingkirkan isu-isu lain di luar olahraga seperti politik, satu-satunya hiburan di tempat itu dan sebagainya. Kita tidak masalah dengan hal itu, tetapi untuk hal ini ada standar yang harus dipenuhi dan itu sama untuk setiap tim,” tutur Tigor.

Perseru Serui berkeras ingin tetap bermarkas di Stadion Marora pada musim 2018 meski stadion tersebut belum memenuhi syarat kelayakan dari operator liga PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Berbeda dengan LIB yang menyebut beberapa hal masih perlu direnovasi, manajer Perseru Serui Kilion Imbiri mengklaim kekurangan Stadion Marora hanya fasilitas lampu yang membuat stadion di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, itu tidak bisa menggelar laga pada malam hari.

“Kami tetap bermain kandang di Stadion Marora. Namun kami mengusulkan agar pertandingannya digelar sore hari,” kata Kilion.

Pihak Perseru Serui menyebut, lampu stadion akan ditambahkan dengan lampu yang baru dipesan dari China. Dengan penambahan yang dilakukan, diharapkan Stadion Marora akan mendapatkan penerangan dari lampu dengan daya pancar sampai 1.200 lux.

Perseru menargetkan renovasi tersebut segera selesai dan bisa digunakan saat bulan Ramadhan atau di rentang Mei-Juni. Salah satu alasan mengapa Perseru ingin bertahan di Marora adalah agar pertandingan sepak bola rutin bergulir di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Olahraga si kulit bundar ini dianggap hiburan rakyat yang mempersatukan masyarakat di daerah tersebut. “Kami sudah menyampaikan ini kepada pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan semoga dipertimbangkan,” ujar Kilion.

Sebagai informasi, Liga 1 2018 mulai berlangsung pada Jumat (23/3/2018) dan dijadwalkan selesai pada 9 Desember 2018. Laga pembuka Liga 1 mempertandingkan juara Piala Presiden 2018 Persija Jakarta melawan juara Liga 1 2017 Bhayangkara FC dan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...