banner lebaran

Libur Panjang, Berkah Pelaku Bisnis Wisata Bahari

Editor: Satmoko

288

LAMPUNG – Libur panjang peringatan wafat Isa Al Masih pada Jumat (30/3) dilanjutkan libur akhir pekan dan Hari Raya Paskah pada Minggu (1/4) ikut memberi dampak positif bagi sejumlah pelaku usaha bisnis wisata.

Salah satu objek wisata di Pantai Onaria Desa Tri Dharma Yoga Kecamatan Ketapang menjadi salah satu pilihan mengisi libur bersama keluarga.

Wayan Ida (50), salah satu penjaga di pantai Onaria menyebut, kunjungan wisatawan sudah meningkat sejak hari Raya Nyepi pada Minggu (18/3) lalu dengan kunjungan mencapai ratusan orang.

Ia menyebut dengan digratiskannya masuk ke objek wisata tersebut banyak pengunjung yang datang bersama keluarga. Pantai yang teduh dengan pasir putih serta jajaran pohon tepi pantai sekaligus pantai yang landai membuat objek wisata pantai Onaria ramai dikunjungi hingga akhir pekan ini.

Sejumlah pedagang musiman, penyewa ban serta pemilik warung tetap di pantai tersebut bahkan memperoleh berkah.

“Semenjak hari raya Nyepi kemarin pantai ini ramai dikunjungi untuk ritual banyu pinaruh sekaligus sejumlah pengunjung lain untuk berwisata. Dua hari terakhir hingga besok bahkan diprediksi masih akan mengalami jumlah kunjungan wisatawan,” papar Wayan Ida, selaku pengelola objek wisata Pantai Onaria Desa Tri Dharma Yoga Kecamatan Ketapang, Sabtu (31/3/2018).

Suasana di Pantai Onaria yang cukup lengang. Foto: Henk Widi

Wayan Ida menyebut, ada puluhan pedagang musiman yang berjualan di objek wisata tersebut memanfaatkan momen libur panjang. Di antaranya pedagang makanan dan minuman seperti bakso, mie ayam, jus buah dan pedagang mainan anak-anak.

Selain itu penyedia wahana mainan odong-odong bahkan ikut andil menyemarakkan liburan serta pemilik usaha penyewaan ban dalam sebagai pelampung.

Sobri dan Iwan, salah satu penyedia jasa penyewaan ban mengaku menyediakan sekitar 100 ban dalam sebagai pelampung. Ban tersebut terbagi dalam dua ukuran kecil dan besar dengan biaya sewa Rp5.000 untuk ukuran kecil dan Rp10.000 untuk ukuran besar.

Seperti pada musim libur sebelumnya pendapatan diakuinya berdasarkan jumlah penyewa yang dominan dilakukan oleh pengunjung yang membawa serta anak anaknya untuk berenang.

Sobri yang memiliki usaha penyewaan ban milik ayahnya bernama Amron mengaku memperoleh sekitar Rp500 ribu saat pengunjung sepi bahkan bisa memperoleh Rp1 juta dalam sehari dalam kondisi kunjungan wisatawan yang banyak. Semakin banyak yang menyewa ban ia mengaku semakin memperoleh hasil dari menyewakan ban sebagai pelampung tersebut.

“Karena masuk ke objek wisata ini gratis banyak yang berkunjung ke sini, bagi para pedagang dadakan dan penyedia jasa menjadi sumber penghasilan yang lumayan,” terang Sobri.

Sobri juga menyebut, meski tidak ditentukan tarif, sejumlah pedagang musiman dan juga penyedia jasa penyewaan ban dengan sukarela membayar iuran kepada pengelola.

Iuran kepada pengelola tersebut diakui Sobri tidak ditentukan besarnya sekaligus sebagai bentuk partisipasi dan tanda terima kasih kepada pengelola telah diizinkan melakukan usaha selama musim liburan.

Selain Sobri, sejumlah pedagang musiman berupa mie ayam, bakso dan sejumlah minuman juga ikut memperoleh keuntungan. Momen libur panjang yang jarang terjadi selain saat hari raya Idul Fitri. Nyepi kerap hanya terjadi saat menjelang tahun baru. Sebagian pedagang musiman bahkan bisa memperoleh pendapatan ratusan ribu dalam satu hari semenjak pagi hingga sore hari dari berjualan.

Selain pedagang di lokasi objek wisata bahari pantai Onaria, libur panjang akhir pekan juga memberi dampak pelaku bisnis wisata bahari di Lampung Selatan. Ryan Haikal, saat dihubungi Cendana News menyebut, mendapat berkah dari long week end libur Paskah.

Pemilik cottage di Pantai Minangrua Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni tersebut mengaku reservasi untuk menginap sudah dilakukan sejak dua pekan sebelumnya.

“Pengunjung biasanya berasal dari para pecinta jalan-jalan rombongan dengan sistem open trip menikmati keindahan wisata Pantai Minangrua,” terang Ryan Haikal.

Ia menyebut, menyewakan cottage medium seharga Rp600 ribu untuk kapasitas 10-13 orang sehari semalam dan cottage large seharga Rp700 ribu sehari semalam untuk kapasitas 15-18 orang. Para wisatawan juga mendapat pelayanan makan dan minum sesuai permintaan dengan biaya tambahan.

Cottage serta homestay di Pantai Minangrua, disebut Ryan Haikal, saat ini dikelola oleh dirinya dan beberapa warga lain yang memiliki tempat untuk disewakan. Setidaknya ada lima homestay di wilayah tersebut dengan biaya sewa bervariasi dari mulai Rp350.000 sehari semalam dengan fasilitas beragam.

Lokasi cottage, homestay juga berdekatan dengan objek wisata Pantai Minangrua, air terjun curug Minangrua, curug Midin, objek wisata Green Canyon, Batu Alif dan Pulau Mengkudu.

Seorang wisatawan tampak begitu menikmati suasana pantai yang nyaman. Foto: Henk Widi

“Selain bagi penyedia penginapan pelaku usaha warung kuliner yang berjualan makanan juga mendapat keuntungan ekonomi selama libur akhir pekan,” tutur Ryan Haikal.

Ia menyebut, efek promosi media sosial merupakan akses yang semakin baik membuat kunjungan wisatawan semakin meningkat. Selain memberi berkah bagi para pemilik penginapan, dampak positif ekonomis juga dirasakan bagi pemilik usaha warung kuliner.

Lokasi wisata yang dikelola oleh kelompok sadar wisata Minangrua Bahari tersebut juga memperoleh pendapatan dari biaya tiket masuk dan persentase dari pemilik penginapan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.