Lima Bulan Prihatin, Nelayan di Kupang Siap Melaut Lagi

242

KUPANG – Para nelayan kapal cakalang di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengaku optimis hasil tangkapan ikannya akan kembali meningkat seiring kondisi cuaca di perairan setempat yang mulai membaik.

“Kondisi cuaca sudah normal, kami sudah mulai kembali melaut, dan hasil tangkapan pasti lebih meningkat,” kata Muhamad Nasir, seorang nahkoda kapal cakalang yang berbasis di TPI Tenau Kupang, Senin (5/3/2018).

Umumnya, nelayan di NTT mulai kembali melaut setelah BMKG setempat mengeluarkan pengumuman tentang situasi normal di wilayah perairan provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Menurut Muhamad Nasir, dalam cuaca normal, hasil tangkapan nelayan terutama kapal-kapal cakalang yang umumnya berupa ikan cakalang dan belang kuning rata-rata mencapai 10 ton sekali melaut.

Dalam sebulan, lanjutnya, hasil tangkapan bisa mencapai 5O ton ikan per kapal. “Berbeda dengan saat cuaca buruk, kebanyakan kami tidak bisa melaut, nelayan yang terpaksa melaut pun hanya untung-untungan saja, dapat satu sampai dua ton ikan,” katanya.

Namun, kata dia, saat ini kapalnya masih melaut di sekitar Pulau Flores, karena kondisi pasokan umpan di Kota Kupang masih lemah, mengingat kondisi cuaca baru kembali normal.

“Sambil kami menunggu kalau pasokan umpan di Kupang mulai memadai, kami ambil di sana dan melaut kembali di perairan selatan Pulau Timor,” katanya.

Seorang nelayan cakalang lainnya di Kota Kupang, Abdul Wahab Sidin, mengatakan kondisi cuaca yang kembali normal menjadi angin segar bagi para nelayan, karena sudah hampir lima bulan kesulitan melaut.

Wahab Sidin yang juga Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi HNSI NTT itu mengemukakan, kehidupan ekonomi umumnya nelayan setempat terpuruk selama cuaca buruk.

“Banyak yang beralih profesi, ada yang jadi sopir, kondektur, buruh, tukang bangunan, mekanik, dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya selama cuaca buruk untuk bertahan hidup,” katanya.

Ia mengatakan, musim cuaca buruk atau angin barat selalu menjadi kendala yang dihadapi para nelayan setempat setiap tahun, karena pasokan ikan-ikan untuk umpan hidup dari kapal-kapal bagan dengan sendirinya melemah.

Wahab Sidin berharap, kondisi itu menjadi perhatian serius pemerintah setempat untuk mendorong budi daya umpan ikan di darat yang sewaktu-waktu siap dipasok untuk para nelayan.

“Ini sebagai salah satu solusi untuk memastikan nelayan tetap melaut sehingga pasokan ikan untuk masyarakat tetap aman, harga ikan di pasaran juga stabil,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...