Limbah Jagung NTB Potensial Jadi Pakan Ternak dan Biomassa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

339

MATARAM — Produksi jagung yang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan limbah yang tidak sedikit pula, mulai dari batang hingga tulang tempat biji jagung nyantol, yang belum diolah secara maksimal dan hanya jadi sampah biasa.

“Padahal limbah yang demikian melimpah bisa diolah jadi pakan ternak dan energi biomassa yang selama ini dibuang begitu saja,” kata Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi di Mataram, Senin (26/3/2018).

Husnul Fauzi
Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi. Foto : Turmuzi

Apalagi dengan keberadaan NTB juga menjadi salah satu pengembangan bibit sapi melalui Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), keberadaan limbah jagung tentu akan sangat bermanfaat dan memberikan nilai tambah bagi pakan ternak.

Ia mencontohkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi Sapi (GAMAJIPI). Gerakan ini diinisiasi Pemda, mengingat terus meningkatnya jumlah limbah siring dengan meningkatnya jumlah produksi jagung di Pulau Sumbawa.

“Kalau langkah tersebut bisa terlaksana dengan baik, makan petani akan mendapat dua keuntungan sekaligus, selain dari jagung, limbahnya juga bisa dijual, baik untuk pakan ternak maupun diolah menjadi energi biomassa,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Sumbawa, Husni Djibril mengatakan, potensi limbah jagung di Pulau Sumbawa dengan luasan lahan yang mencapai puluhan ribu hektare selama hanya jadi limbah biasa dan dibuang begitu saja oleh para petani.

“Limbah jagung akan kita olah menjadi bahan pakan ternak dan biomasa. Maka satu juta ton jagung yang ditargetkan Kabupten Sumbawa tahun ini akan menghasilkan pangan olahan yang mampu menghidupi 133.333 ekor sapi selama 75 hari,” jelas Husni.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.