Luapan Sungai Way Pisang Rendam Ratusan Hektare Sawah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

247

LAMPUNG — Ratusan hektare areal sawah di desa Palas Aji, desa Sukaraja, desa Bangunan, desa Pulau Tengah, desa Palas Pasemah kecamatan Palas kembali terendam luapan banjir sungai Way Pisang semenjak Minggu (4/3) hingga Selasa (6/3) pasca hujan deras.

Menurut warga setempat, Samsudin (59), luapan tersebut diakibatkan intensitas hujan serta tanggul di desa Sukaraja jebol dan hanya ditahan dengan karung. Imbasnya areal persawahan dengan padi berumur kurang lebih 30 hari sebagian besar terendam air bercampur lumpur.

“Saat ini kami bingung karena kondisi air sungai Way Pisang lebih tinggi dari areal persawahan sehingga kami tidak bisa membuang air dari sawah,” terang Samsudin salah satu petani di dusun Muara Badas desa Bangunan kecamatan Palas saat ditemui Cendana News di areal lahan persawahan, Selasa (6/3/2018)

Kerusakan sawah terparah di sisi Barat, sebut Samsudin, karena kondisi jebolnya tanggul yang sudah terjadi beberapa pekan sebelumnya.

Warga terpaksa bergotong royong untuk mengupahkan pembuatan tanggul karung berisi pasir. Beruntung warga dominan menanam varietas padi jenis Muncul yang tahan genangan dibandingkan varietas Ciherang.

Luapan Sungai Way Pisang 2
Samsudin, warga dusun Muara Badas desa Palas Bangunan memperlihatkan areal lahan sawah yang terendam sungai Way Pisang [Foto:Henk Widi]
Ia dan ratusan petani di wilayah tersebut berharap tanggul penangkis di sungai Way Pisang bisa segera diperbaiki. Selain mencegah air masuk ke area persawahan akses untuk jalan pertanian dan ke desa desa lain ikut terhambat.

Herwin (50) salah satu warga dusun Muara Badas mengaku aktifitas warga untuk menuju ke desa Pematang Baru harus melalui desa Kuningan padahal ada jembatan di dusun Muara Badas. Dampak banjir diakuinya membuat jembatan terkena sampah sampah dari aliran sungai Way Pisang.

“Warga takut melintas karena ketinggian air bisa setinggi satu meter dan sementara warga belum bisa melakukan aktifitas di sawah,”beber Herwin.

Herwin mengaku akan menebar kembali bibit untuk proses penyulaman karena sebagian padi tercabut oleh banjir. Benih yang ditebar di sawah ditanam untuk penyulaman selama 25 hari.

Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk petani melalui cadangan benih daerah (CBD).

Selain di desa Bangunan, pantauan Cendana News ratusan hektare lahan sawah di desa Pulau Jaya dan Pulau Tengah masih terendam air. Rendaman air banjir juga masih melanda wilayah desa Sukaraja dan mengubah areal persawahan menjadi seperti laut dengan masa surut diprediksi sekitar dua hingga tiga hari.

Baca Juga
Lihat juga...