Lukman R Boer: SO 1 Maret 1949 Peristiwa Lokal yang Mendunia

Editor: Koko Triarko

300

YOGYAKARTA – Memperingati peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, Yayasan Harapan Kita bekerjasama dengan Yayasan Kajian Citra Bangsa, Paguyuban Wehrkreise Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg dan Paguyuban Jogja 45, menggelar Seminar Nasional Peringatan 69 Tahun Serangan Umum 1 Maret 1949 bertema ‘Implementasi Nilai-nilai Patriotisme SO 1 Maret Untuk Kejayaan Indonesia’, di Museun Benteng Vredeburg, Kamis (1/3/2018) sore.

Seminar yang menghadirkan pembicara Jenderal TNI Purn Agustadi Sasongko Purnomo, Gubernur Akmil Magelang, Mayjen TNI Eko Margiono, sejarawan UGM, Aan Ratmanto, hingga Kepala Departemen Hubungan Internasional UI 2015-2016 Evi Fitriani, juga digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pak Harto 28 April 2018 hingga 4 Maret 2018 mendatang.

Ketua Yayasan Kajian Citra Bangsa, Lukman R Boer, dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, peristiwa Serangan Umum 1 Maret merupakan peristiwa lokal yang mendunia, karena mampu memperkuat posisi Indonesia di mata dunia internasional.

Ketua Pembina Yayasan Harapan Kita, Soeharjo Soebardi, memberikan kenang-kenangan berupa buku tentang Pak Harto kepada sejumlah tokoh yang hadir. -Foto: Jatmika H Kusmargana

“Serangan Umum 1 Maret dapat berhasil, karena sejumlah hal, di antaranya adalah karena adanya semangat perlawanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX bersama rakyat Jogja, serta taktik koordinasi dan disiplin tinggi yang ditunjukkan Komandan Wehrkreise III Yogyakarta, Letkol Soeharto, sebagai pelaksana lapangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Wehrkreise Yogyakarta, Sujono, menyatakan peringatan Serangan Umum 1 Maret sangat penting dilakukan sebagai upaya refleksi dan menghargai perjuangan para pejuang, yang rela berkorban demi tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.

Ketua Yayasan Kajian Citra Bangsa, Lukman R Boer, (pakai kalung janur kuning), Kamis (1/3/2018). –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Menumbuhkan semangat kepahlawan semestinya tidak hanya dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan rutin memperingati hari bersejarah saja. Jauh lebih penting adalah mengaplikasikan nilai-nilai dalam diri dan mendedikasikannya secara total untuk bangsa dan negara,” katanya.

Selain dihadiri sejumlah pimpinan unsur pemerintah dan TNI, seminar ini juga dihadiri ratusan elemen masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, veteran mantan pejuang, pecinta sejarah, dan sebagainya.

Baca: Tank dan Panser TNI Dipamerkan di Benteng Vredeburg

Peringatan Serangan Umum 1 Maret Diharapkan Jadi Hai Nasional

Turut hadir pula sejumlah pimpinan tujuh Yayasan Pak Harto, antara lain Ketua Pembina Yayasan Harapan Kita, Soeharjo Soebardi, Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, Ketua Yayasan Supersemar, Subagyo, Sekretaris Yayasan Gotong-royong, M Yarman, hingga Bendaharara Yayasan DAKAB, TB Sulaiman dan beberapa petinggi lainnya.

Baca Juga