Mantapkan Ekonomi Kreatif, Pemkot Balikpapan Gali Potensi

Editor: Satmoko

490
Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Nining Surtiningsih. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Guna pengembangan ekonomi kreatif pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019, Kota Balikpapan mengangkat tema pengembangan ekonomi kreatif dalam rangka pemantapan sektor jasa, industri, pariwisata, pendidikan dan budaya.

Pengembangan ekonomi kreatif di Kota Balikpapan akan fokus pada ekonomi kreatif di antaranya aplikasi dan game, kriya serta kuliner.

“RKPD yang diselenggarakan tingkat kota mengundang lurah maupun camat di Kota Balikpapan untuk menggali potensi ekonomi kreatif di masing-masing kecamatan yang disesuaikan temanya pada pembangunan tahun 2019,” kata Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Nining Surtiningsih, saat ditemui, Selasa (6/2/2018).

Ia menjelaskan dengan pemantapan pengembangan ekonomi kreatif itu, sejak tahun 2017 telah terbentuk forum ekonomi kreatif yang tujuannya menciptakan dan menumbuhkan ekonomi kreatif di Kota Balikpapan sehingga menjadi unggul, mandiri dan berkelanjutan.

“Memang usulannya sebagian besar adalah soal infrastruktur, tapi ada juga yang menjadi pendukung untuk ekonomi kreatif. Kebanyakan juga berkaitan pembangunan karena ekonomi kreatif itu perlu dukungan,” terang perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Perdagangan, Balikpapan.

Menurut Nining, uji petik dari pemerintah pusat sudah sejalan dengan beberapa program yang telah dilaksanakan seperti kriya dengan membatik maka dikembangkan rumah batik. Sedangkan kuliner, pertumbuhan kuliner di Balikpapan setiap tahun bertumbuh dengan berbagai varian dan persaingan.

“Uji petik pada Januari tahun 2017  terdapat konsentrasi untuk Balikpapan ada tiga yaitu aplikasi dan game, kriya, kuliner. Pariwisata juga masuk karena bagian untuk mendukung pembangunan wisata. Yang sudah berjalan batik Balikpapan yang dikenal juga oleh daerah lain. Sama halnya kuliner yang juga tumbuh,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengungkapkan, yang terpenting adalah sesuai dengan visi dan misi pembangunan setempat, yakni pemanfaatan di sektor jasa dan industri, pariwisata hingga pendidikan.

“Pemberdayaan UKM juga prioritas karena selama ini kami sudah menjalankan dan telah disampaikan ke teman-teman di DPRD seperti industri kuliner dan kopi yang telah diekspor. Ini artinya pemerintah sudah aktif,” bebernya.

Kendati belum maksimal, pihaknya minta dukungan DPRD agar dalam penganggaran bisa untuk pemanfaatan UKM.

“Anggarannya nanti dibahas, yang jelas semaksimal mungkinlah,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...