Maria: Seniman, Menyuarakan Suara Rakyat Melalui Karya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

299

LARANTUKA — Di mata Guru Sastra Inggris pada SMPN 1 Larantuka, Maria Goreti Peni, seniman merupakan orang-orang baik yang menghasilkan sebuah karya tanpa ada kepentingan tertentu. Meski begitu, terkadang orang masih melihat seorang seniman sebagai orang yang tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi masyarakat dan sering dianggap sepele.

Ia menambahkan, sesunggunya di balik penampilan luar yang dilihat oleh publik, perjuangan seorang seniman itu luar biasa untuk menghasilkan sebuah karya seni yang tentunya juga menjadi konsumsi publik.

“Ia berkarya tanpa kepentingan dirinya atau kelompok tertentu namun yang dilakukannya adalah lebih memperjuangkan kepentingan banyak orang. Secara merdeka ia berkarya,” sebut Maria Goreti Peni, Senin (12/3/2018).

Karena merdeka dalam berkarya tersebut, Gerti, sapaannya, menghimpun anak-anak dampingannya di SMPN 1 Tanjung Bunga, Orang Muda Katolik (OMK) Waiklibang dan beberapa Karang Taruna di Adonara untuk bergiat diseni.

“Saya menghimpun anak-anak muda, anak-anak putus sekolah dan kami berlatih bersama, merencanakan pementasan bersama hingga ruang dari desa kami dapatkan. Anak-anak saling berbagi bergelut dalam dunia seni dimana dalam keterbatasan, kami akan tetap mendampingi anak anak menghasilkan karya karya keseniaan yang baru di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Maria Goreti Peni seniman
Maria Goreti Peni, pegiat seni sekaligus guru sastra Inggris pada SMPN 1 Larantuka. Foto : Ebed de Rosary

Zaeni Boli, Seniman sekaligus pendiri Bengkel Seni Milenial (BSM) SMK Sura Dewa Larantuka menambahkan, selama bergelut di dunia seni di Komunitas Kalimalang di Jakarta kurang lebih selama 15 tahun banyak pengalaman menggembirakan namun tidak sedikit juga kesulitan yang dialami.

“Hal yang menggembirakan adalah kita mendapat ruang untuk tampil mengekspresikan bakat, potensi dan keterampilan yang kita miliki. Tampil dengan adegan singkat namun dijepret oleh media besoknya foto kita sudah keluar di Koran,” terangnya.

Ini sangat menggembirakan lanjut Zaeni dan seniman jadinya dikenal banyak orang serta memiliki banyak teman dari segala profesi.

“Senangnya, kita dapat menyuarakan suara-suara rakyat yang yang tak mampu disuarakan oleh rakyat atas ketimpangan-ketimpangan yang mereka alami,” ungkapnya.

Guru kesenian pada SMK Sura Dewa Larantuka ini, memilih kembali ke Flores Timur setelah sekian lama berkelana dalam dunia seni di Jakarta. Dirinya ingin berbagi dengan generasi muda Flores Timur seputar keseniaan.

“Ada panggilan yang saya rasakan untuk kembali ke daerah saya yang adalah bagian dari ibu pertiwi. Disini, di tanah ini, Lamaholot saya ini mengabdi untuk Ibu pertiwi melalui karya karya seni,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...