Masa Tanam Kacang Hijau di Sikka Terhambat Akibat Hujan

Editor: Koko Triarko

289
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Swadaya Pertanian Desa Langir, Kecamatan Kangae, Ignatius Iking. -Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE – Tingginya curah hujan yang masih melanda kabupaten Sikka hingga bulan Maret, berdampak pada terlambatnya penanaman kacang hijau. Selama ini, para biasa menanam kacang hijau pada sekitar bulan Februari.

“Harusnya di bulan Februari sudah mulai ditanam kacang hijau, saat jagung sudah mulai mengering. Tapi, karena curah hujan masih tinggi, sehingga para petani menunggu hingga tidak hujan baru mulai ditanam,” ujar Ignatius Iking, Senin (19/3/2018).

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) swadaya yang selalu mendampingi petani ini kepada Cendana News mengatakan, pada 2018 ini hujannya panjang. Petani lebih senang menanam kacang hijau dibandingkan dengan kedelai, sebab sudah terbiasa meski menggunakan benih kacang hijau varietas lokal.

“Kalau kedelai biasanya juga ditanam, tapi dari lahan seluas satu hektare hanya tumbuh sekitar seperempat hektare, sehingga banyak petani yang tidak menanam. Mungkin saja benihnya kurang bagus, sehingga banyak kedelai yang tidak tumbuh,” ungkapnya.

Kalau kacang hijau, lanjut Iking, sudah belasan tahun petani di kecamatan Kangae tidak mendapat bantuan benih varietas unggul. Bantuan benih kacang hijau bagi kelompok tani terakhir pada 2008. Saat itu dibagikan varietas Vorbelu dan hasil produksinya juga lebih bagus.

“Kalau kacang hijau jenis ini hasilnya lebih bagus, daunnya juga tidak kasar dan gatal seperti bibit lokal kita. Kalau bisa petani diberi bantuan benih kacang hijau varietas unggul,” pintanya.

Memang, sambungnya, kacang hijau sering terserang hama juga. Pada 2017, hasil panen kacang hijau juga kurang bagus, sebab saat hendak dipanen hujan turun terus-menerus, sehingga kacang hijaunya berwarna hitam dan banyak yang rusak.

 Sementara itu, para petani juga masih membiarkan jagungnya di kebun, dan menunggu musim hujan berakhir untuk memanennnya. Iking berharap, para setempat bisa dapat bantuan benih jagung Hibrida dan Komposit.

Jagung yang disimpan untuk benih beber  Iking kadar airnya harus tinggi minimal 12 persen. Tapi kalau untuk disimpan lama dan dikonsumsi kadar airnya minimal 4 atau 6 persen dan jagung harus dijemur sampai benar-benar kering, bahkan sampai tongkol jagungnya mudah dipatahkan.

“Untuk disimpan lama juga bisa menggunakan bahan-bahan lokal seperti kapur sirih yang banyak dijual, tinggal bagaimana kita telaten menggunakannya. Petani kita masih bertani hanya untuk dikonsumsi saja bukan untuk tujuan bisnis, mencari keuntungan atau dijual,” sebutnya.

Kepala bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Inocensius Siga, menjelaskan, untuk musim tanam 2017 dan 2018, pihaknya memberikan bantuan benih jagung komposit untuk lahan seluas 4.000 hektare dari dana APBN dan  1.000 hektare bantuan dari dana APBD NTT.

“Bantuan benih jagung Hibrida juga kami lakukan untuk kelompok tani termasuk bantuan untuk kedelai. Tapi, tahun ini curah hujan tinggi sehingga jenis kacang-kacangan seperti kedelai juga hasilnya pasti kurang bagus,” ungkapnya.

Ia mengakui, memang banyak tanaman kedelai yang mati, karena setelah ditanam hujan turun terus-menerus sehingga banyak tanaman kedelai yang tidak tumbuh. Pemerintah memang fokus pada pengembangan lahan kedelai sebab potensi pemasarannya di kabupaten Sikka sangat besar.

Baca Juga
Lihat juga...