Menikmati Pemandangan dan Keheningan dari Puncak Bucu

Editor: Satmoko

184

YOGYAKARTA – Salah satu lokasi wisata baru yang dapat menjadi alternatif menikmati masa liburan, saat berada di Yogyakarta, adalah Puncak Bucu. Tempat wisata yang berada di Dusun Ngelosari, Srimulyo, Piyungan, Bantul ini menawarkan suasana pedesaan dengan bentang alam berupa pemandangan yang menakjubkan.

Berada di jajaran perbukitan Gunung Sewu, Puncak Bucu memang belum terlalu dikenal masyarakat secara luas. Meski sudah dibuka sejak beberapa tahun lalu, namun lokasi ini masih terbilang tersembunyi dari para wisatawan pemburu landscape spot foto menawan.

Seperti wisata puncak pada umumnya, Puncak Bucu menawarkan pemandangan yang dapat dinikmati dari atas bukit. Salah satu kelebihan puncak Bucu adalah suasananya yang masih perawan karena belum banyak dikunjungi.

Setelah melewati jalanan terjal berbatu yang cukup menanjak, pengunjung akan sampai di punggung bukit. Punggung bukit ini merupakan sebuah area terbuka yang cukup luas. Bebatuan kapur yang tersusun membentuk semacam gundukan, menjadi struktur utama puncak bukit Bucu.

Jalan menuju lokasi wisata Puncak Bucu. Foto: Jatmika H Kusmargana

Dari atas bukit ini, pengunjung dapat menikmati panorama yang membentang dari arah selatan hingga ke utara. Di bagian selatan, jajaran perbukitan seribu nampak terhampar hijau yang seolah saling bertumpuk-tumpukan di ujungnya.

Di bagian barat, hamparan pedesaan berpadu dengan hiruk pikuk suasana kota Yogyakarta nampak terpampang di kejauhan. Saat senja, matahari terlihat begitu elok tenggelam di balik cakrawala, langit Yogyakarta.

Bergeser sedikit ke utara, dua ujung puncak Gunung Sindoro dan Sumbing nampak terlihat malu-malu di kejauhan. Bersanding dengan gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu yang terlihat begitu jelas, di bawah hamparan tumpukan gulungan awan.

Di puncak Bucu ini, sejumlah anak-anak muda biasa mendirikan tenda untuk bermalam. Kebanyakan mereka adalah para pelajar atau mahasiswa pecinta alam. Sebenarnya di puncak Bucu ini sudah dibangun gardu pandang, hanya saja gardu pandang ini masih dalam perbaikan sehingga belum bisa digunakan.

Salah seorang wisataan, Rohaji. Foto: Jatmika H Kusmargana

Di bagian timur, pengunjung dapat berfoto pada sebuah papan tulisan “Puncak Bucu” yang dibangun pemerintah desa setempat bersama warga. Saat ini sejumlah fasilitas juga tengah dibangun untuk mempermudah akses bagi wisatawan. Mulai dari jalan menuju puncak, sejumlah toilet hingga gazebo.

Salah seorang pengunjung, yang baru pertama kali datang ke lokasi ini, Rohaji, mengaku terkesan dengan keindahan yang dapat dinikmati dari atas puncak Bucu ini. Selain pemandangannya yang sangat elok, suasana hening pedesaan dengan udara yang sejuk dan asri menjadi obat mujarab untuk melepas kepenatan.

“Sangat bagus. Hanya saja belum ada fasilitas seperti bangku atau gazebo di atas bukit ini. Jika ada tentu akan semakin banyak wisatawan yang datang, karena bisa menikmati pemandangan dengan nyaman,” katanya.

Pemerintah setempat sendiri, memang tengah mengembangkan Puncak Bucu sebagai tempat wisata religi, ziarah, sejarah dan budaya. Rencananya di lokasi ini akan dibangun replika masjid serta replika pura sebagai simbol kerukunan antarumat beragama.

Untuk menuju lokasi Puncak Bucu sendiri pengunjung dapat melewati Jalan Jogja Wonosari. Dari Pasar Piyungan, pengunjung dapat mengambil arah ke selatan, lurus sejauh kurang lebih 6 kilometer, dengan mengikuti petunjuk arah yang ada. Hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari Kota Yogyakarta, lokasi menuju Puncak Bucu terbilang cukup dekat dan mudah diakses.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.