banner lebaran

Menteri Pertanian Panen Pedet dan Bakar Sate di Lamsel

Editor: Irvan Syafari

291

LAMPUNG — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman melakukan panen pedet atau anakan sapi peranakan ongole (PO) di lapangan simpang empat Dusun Bumiharjo, Desa Neglasari, Kecamatan Katibung pada Kamis (29/3).

Panen anakan sapi dengan sistem inseminasi buatan upaya mendukung program upaya khusus sapi wajib bunting (Siwab) dalam upaya swasembada daging.

Amran  menungkapkan, Upsus Siwab telah dilangsungkan sejak tiga tahun sebelumnya dan khusus di Lampung Selatan sebanyak 1000 ekor anakan sapi telah berhasil diperoleh.

Sebagai wilayah yang secara geografis terdekat dengan Jakarta ia mengatakan, upaya memperoleh sumber daging sapi telah dilakukan oleh Joko Widodo sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kini menjadi presiden RI.

“Upaya swasembada daging terus didorong sekaligus memberdayakan para petani peternak yang ada di wilayah Lampung dengan kemudahan adanya program inseminasi buatan anakan lebih cepat diperoleh,” terang Menteri Pertanian, Kamis (29/3/2018)

Melalui upsus Siwab dan panen anakan sapi persoalan kebutuhan daging akan bisa diperoleh dengan lebih mudah. Ia mendorong petani untuk bisa memanfaatkan program yang ada tersebut bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.

Potensi lahan pertanian yang melimpah di Lampung Selatan cukup mendukung sektor peternakan sehingga swasembada daging bisa terpenuhi.

Dalam kegiatan itu, Amran didampingi penjabat Gubernur Lampung Didik Suprayitno, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Selain melakukan panen pedet, Amran berkesempatan ikut membakar sate ayam yang disiapkan di lokasi tersebut.

Selain kegiatan panen anakan sapi melalui upsus Siwab yang digagas oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Lampung Selatan, dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News kegiatan diisi dengan pembakaran 35.000 tusuk sate ayam.

Kegiatan bakar sate ayam terbanyak tersebut bahkan dicatat oleh Musium Rekor Indonesia sebagai salah satu acara bakar sate ayam terbanyak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamsel Arsyad mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan para peternak yang ada di Lampung Selatan dan perusahaan penggemuan sapi (feedloter), serta para pengusaha sektor perunggasan.

Selain sebagai upaya mendukung upaya swasembada daging sapi dan ayam Arsyad menyebut pengembangan potensi peternakan di Lamsel merupakan upaya mendukung swasembada daging nasional.

Upaya mendukung swasembada daging nasional diakuinya diperlihatkan dengan populasi ternak yang besar di Lampung Selatan. Saat ini jumlah populasi ternak di Lampung Selatan meliputi sebanyak 13.732.400 ekor ayam pedaging, sebanyak 2.814.756 ekor ayam ras, sebanyak 355.910 ekor kambing serta domba dan sebanyak 114.938 ekor ternak sapi.

Kegiatan panen pedet sekaligus memecahkan rekor MURI dalam membakar sate ayam terbanyak. Arsyad menyebut kegiatan tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat mengonsumsi daging.

Selain diolah menjadi sate berbagai varian olahan daging ayam dan sapi disebutnya ikut mendukung sektor usaha kuliner. Imbasnya, bagi peternak bisa meningkatkan permintaan akan daging ayam serta sapi dan memberi pemasukan secara ekonomis.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.