banner lebaran

Minahasa Tenggara Kekurangan Perajin Suvenir

221
Suvenir lukisan bambu, ilustrasi -Dok: CDN

MINAHASA TENGGARA – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Desthen Katiandagho, mengakui saat ini di daerahnya kekurangan perajin suvenir lokal.

“Harus kita akui perajin-perajin suvenir itu sangat diperlukan, tapi sayangnya di Minahasa Tenggara masih kekurangan,” kata Desthen di Ratahan, Rabu (28/3/2018).

Menurut Desthen, keberadaan para perajin suvenir tersebut sangat diperlukan dalam bidang usaha pariwisata, karena dapat mendukung tingkat kunjungan wisatawan.

“Pengembangan pariwisata di Minahasa Tenggara sebenarnya, harus dimanfaatkan para perajin suvenir khususnya khas daerah,” katanya.

Selain itu, menurut Desthen, hal tersebut dapat membantu pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata.

“Bukan hanya perajin, para penjual suvenir yang berada di sekitar objek wisata bisa mendapatkan dampaknya secara langsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Desthen, pihaknya akan bekerja sama dengan instansi teknis terkait, untuk melakukan pengembangan kerajinan suvenir.

Sementara itu, Cak Pudin, pemerhati pariwisata di Minahasa Tenggara mengaku, perajin suvenir di daerah tersebut masih sangat kurang.

“Kalau pun ada itu tidak banyak, hanya ada kelompok cinta wisata yang ada di desa, tapi itu pun tidak semua,” katanya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.