Musim Hujan, Nelayan di Lamsel Berburu Ikan Sembilang Laut

Editor: Satmoko

1.212

LAMPUNG – Musim hujan yang mengakibatkan genangan air dan banjir yang bermuara ke laut memberi manfaat bagi para nelayan pencari ikan sembilang laut.

Maman (30) warga Dusun Simpang Lima, Desa Ketapang Laut, Lampung Selatan (Lamsel) mengaku, musim hujan membuat koloni ikan sembilang laut menepi ke perairan pantai. Kebiasaan tersebut diakui Maman sudah diketahui nelayan pesisir pantai sehingga proses perburuan ikan sembilang dilakukan.

Proses penangkapan disebutnya kerap mempergunakan bubu, pancing dan jala di perairan dangkal dan berlumpur di Desa Legundi, Desa Ruguk, Desa Sumur dan Desa Tridarmayoga.

Musim hujan kerap mengalirkan air tawar ke laut menjadi salah satu masa yang disukai ikan sembilang laut. Maman menyebut, meski saat tidak musim hujan ikan sembilang laut kerap bisa dijumpai, namun saat musim penghujan bahkan banjir ikan tersebut semakin mudah diperoleh. Sebagian nelayan bahkan mulai mencari ikan sembilang sejak pagi hingga malam hari, mencari ikan sembilang dengan perahu.

“Nilai ekonomis yang tinggi membuat ikan sembilang kerap diburu warga dan nelayan. Terlebih habitat di perairan berlumpur di tepi pantai membuat warga yang tak memiliki perahu tetap bisa memancing ikan yang menyerupai lele tersebut,” beber Maman, salah satu pencari ikan sembilang laut yang ditemui Cendana News tengah mencari umpan cacing laut di tepi Pantai Legundi, Selasa (6/3/2018).

Maman, salah satu nelayan pencari ikan sembilang mencari umpan cacing laut untuk memancing di perairan pantai Legundi [Foto: Henk Widi]
Maman menyebut, menggunakan umpan cacing laut untuk dipasang pada bubu khusus ikan sembilang. Bubu tersebut akan dipasang dengan pelampung di perairan dangkal Pantai legundi dengan kedalaman sekitar tiga hingga lima meter. Saat umpan sudah diperoleh selanjutnya akan dimasukkan ke dalam bubu yang merupakan perangkap untuk menangkap ikan sembilang.

Maman menyebut, memiliki sebanyak 50 bubu ikan sembilang yang dibeli dari perajin bubu di Desa Sumberagung Kecamatan Sragi. Satu bubu kerap bisa memperoleh ikan sembilang laut sebanyak satu hingga dua ekor dengan berat 1 hingga 2 kilogram.

Bubu dari bambu tersebut akan dipasang dengan penanda khusus dari pelampung. Proses pemasangan menggunakan perahu, disebut Maman, dilakukan saat pagi hari dan akan diperiksa saat sore hari untuk mengambil tangkapan ikan sembilang.

“Selain cacing laut umpan yang kerap kami gunakan berupa usus ayam atau daging ayam yang lebih awet dan bisa dimangsa ikan sembilang,” terang Wawan.

Saptono (40) warga Desa Tridarmayoga, pencari ikan sembilang laut mengaku, sudah lima tahun lebih mencari ikan sembilang. Ia menyebut, ikan sembilang yang hidup di laut menyukai air tawar yang mudah diperoleh saat musim hujan. Ikan yang kerap menepi di perairan dangkal tersebut bahkan kerap ditangkap dengan jaring dan pancing olehnya.

Permintaan ikan sembilang laut dari pemilik usaha pengasapan ikan sembilang laut diakui Saptono membuat pencarian ikan sembilang menjadi sumber penghasilan bagi warga nelayan. Satu kilogram ikan sembilang segar dijual dengan harga Rp45 ribu hingga Rp50 ribu. Sementara harga ikan sembilang yang sudah diasap bisa meningkat menjadi Rp85 ribu hingga Rp90 ribu.

“Istri saya pembuat ikan sembilang asap selama hampir enam tahun, semula membeli dari nelayan, tapi saya mulai mencari ikan sembilang untuk diasap,” beber Saptono.

Musim ikan sembilang, diakui Saptono, kerap terjadi bulan Maret hingga April dan saat musim hujan. Melimpahnya hasil tangkapan ikan sembilang dengan rata-rata 30 hingga 50 kilogram disebutnya ikut memberi nilai tambah bagi warga nelayan. Dari hasil tangkapan tersebut, Saptono bisa membantu istrinya memperoleh bahan baku ikan asap sembilang.

Ikan sembilang asap bahkan kerap dijual oleh sejumlah perajin di tempat pelelangan ikan dermaga Ketapang. Proses pembuatan ikan sembilang asap yang diawetkan tersebut menambah nilai jual ikan. Selain itu ikan asap yang sudah awet bisa disimpan selama berbulan-bulan dengan proses pengemasan yang sempurna.

“Ikan sembilang yang saya tangkap diasap dan dijual ke pedagang kuliner ikan sembilang serta sejumlah restoran di jalan lintas timur,” beber Saptono.

Nelayan lain pencari ikan sembilang laut bernama Hasan (30) mengaku dengan sistem jaring kerap memperoleh hingga 100 kilogram ikan sembilang laut. Selain dijual ke pembuat ikan asap, sebagian ikan kerap dijual ke tempat pelelangan ikan di Kalianda Lampung Selatan. Ikan sembilang disebut Hasan semakin banyak dijumpai saat musim banjir dengan konsentrasi air tawar meningkat di tepi pantai.

Proses menebar jaring dari perahu kerap dilakukan bersama dua rekannya. Selain mempergunakan jaring dirinya kerap menangkap ikan sembilang menggunakan pancing berumpan cacing laut. Selain ikan sembilang jenis ikan kakap putih dan bandeng juga kerap diperoleh di pesisir timur Lampung Selatan.

Hasil tangkapan ikan nelayan sebagian dijual di tempat pelelangan ikan dermaga bom Kalianda [Foto: Henk Widi]
“Permintaan paling tinggi dari pembuat ikan asap, namun ikan sembilang kerap dijual juga ke pelelangan karena harga lebih tinggi,” terang Hasan.

Ikan sembilang yang kerap diburu nelayan dengan perahu juga kerap dipancing nelayan di sepanjang tepi Pantai Tridarmayoga.

Hendra (30) warga Pendowo menyebut, musim sembilang membuat ia dan kawan-kawan memancing dengan joran. Selain ikan sembilang laut dari hasil memancing dirinya bisa menangkap ikan kepala batu, kerapu dan ikan kakap.

Baca Juga
Lihat juga...