Nilai Impor Indonesia Turun 7,16 Persen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

282
Kepala BPS Pusat Suhariyanto - Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Nilai Impor Indonesia sepanjang Februari 2018 sebesar 14,21 miliar Dolar Amerika (USD) turun 7,16 persen jika dibandingkan dengan Januari 2018. [terkait: BPS: Ekspor Indonesia Turun 3,14 Persen]

“Sama halnya seperti ekspor, jika dibandingkan dengan Februari 2017 atau tahun sebelumnya, Nilai Impor Indonesia sebenarnya justru mengalami peningkatan sebesar 25,18 persen” jelas Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Impor non migas Indonesia sepanjang Februari 2018 mencapai 11,95 miliar USD atau cenderung mengalami penurunan sebesar 8,41 persen jika dibandingkan dengan Januari 2018. Jika dibandingkan dengan Februari 2017 justru mengalami peningkatan sebesar 34,58 persen.

Sementara itu impor migas sepanjang Februari 2018 dilaporkan mencapai 2,26 miliar USD atau cenderung mengalamai kenaikkan sebesar 0,06 persen jika dibandingkan Januari 2018. Namun impor migas tersebut sebenarnya mengalami penurunan sebesar 8,58 persen jika dibandingkan Februari 2017.

Menurut Suhariyanto, peningkatan impor non migas terbesar Februari 2018 adalah kelompok serelia atau bahan makanan dari biji-bijian sebesar 62,7 juta USD atau 27,05 persen. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada golongan mesin dan pesawat mekanik yaitu sebesar 249,6 juta USD atau 11,43 persen.

Tiongkok merupakan negara terbesar pemasok barang impor non migas ke Indonesia dengan nilai 7,27 miliar USD atau 29,09 persen, kemudian Jepang sebesar 2,73 miliar USD atau 10,90 persen dan Thailand sebesar 1,63 miliar USD atau 6,51 persen. Impor dari sejumlah negara Anggota ASEAN sebesar 20,14 persen, sedangkan impor dari sejumlah negara Anggota Uni Eropa sebesar 9,64 persen.

Sedangkan impor semua golongan penggunaan barang, baik bahan baku atau penolong beserta barang modal selama periode Januari hingga Februari 2018 dilaporkan cenderung mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Masing-masing sebesar 44,30 persen, kemudian 23,76 persen dan 31,16 persen.

Baca Juga
Lihat juga...