banner lebaran

Operasional Sentra Tenun Ikat SIC Masih Terkendala Listrik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

248

MAUMERE — Pemerintah daerah kabupaten Sikka diminta segera memasang meteran listrik di Sentra Tenun Ikat Jata Kapa Sikka Inovation Center (SIC). Hal tersebut supaya bisa segera ditempati dan pengrajin Usaha Kecil dan Manengah (UKM) bisa segera bekerja dan mendatangkan pemasukan bagi pemerintah.

“Pabrik cokelat Sikka sudah bisa beroperasi karena meteran listriknya sudah dipasang sementara di sentra tenun ikat dan pabrik minyak kelapa murni atau VCO belum ada meteran listriknya. Harus segera diajukan dana agar segera berproduksi,” harap Yani Making anggota DPRD Sikka, Selasa (13/3/2018).

Selain pemasangan meteran listrik tambah Yani, juga sekalian dipasang meteran air dari PDAM Sikka sebagai sarana pendukung. Apalagi air sangat diperlukan saat proses pencelupan benang dengan menggunakan pewarna sebelum dijemur.

“Harusnya pengerjaan pembangunannya dilakukan sekalian saja dengan pemasangan listrik dan air agar tidak lagi dianggarkan ulang. Kami terus mendesak agar segera dilakukan pemasangan listrik dan air supaya bisa segera berproduksi,” harapnya.

Kadis Perindustrian
Kepala dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka Ir.Lukman, MSi. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu kepala dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka Ir.Lukman, MSi saat ditemui Cendana News mengatakan, meteran listrik sedang diusahakan untuk dipasang sendiri. Selama ini listriknya masih gabung dengan pabrik cokelat sehingga tidak semua mesin beroperasi.

“Air sudah punya meteran sendiri sementara listrik belum, sebab masih menunggu anggaran melalui perubahan yang sudah diajukan. Masyarakat sangat antusias sekali dengan adanya sentra tenun ikat ini,” tuturnya.

Lukman menambahkan, kelompok tenun Bliran Sina juga sudah bersedia mengelola sentra tenun ikat ini dimana nanti pembagian penghasilannya juga akan diatur dalam perjanjian kerja sama antara Pemkab Sikka dan kelompok Bliran Sina.

“Kami sudah usulkan penambahan anggaran sebesar 500 juta rupiah untuk pemasangan meteran listrik dengan daya yang besar agar semua mesin yang ada bisa dipergunakan. Modalnya nanti akan disediakan pemerintah sementara pengelola hanya mengoperasikan sentra tenun ikat ini saja,” terangnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.