Organda Kalsel: Peremajaan Angkot Mendesak Dilakukan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

317
Ketua DPD ORGANDA Kalsel, H Rustam Effendi - foto: Arief Rahman

BANJARMASIN — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalsel, Rustam Effendi mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin untuk lebih serius dalam melakukan peremajaan Angkutan Kota (Angkot).

Hal tersebut penting mengingat kini armada angkot yang ada di Kota Banjarmasin kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Hal tersebut berdampak kepada menurunnya minat masyarakat untuk memanfaatkannya.

  • “Sebagian besar angkot baik kuning dan putih kuning di Kota Banjarmasin sudah memprihatinkan kondisinya. Kalau dibiarkan begini terus tanpa ada peremajaan beberapa tahun ke depan kemungkinan transportasi umum angkot hanya tinggal nama,” jelasnya, Rabu (7/3/2018).

Bahkan berdasarkan data yang pihaknya miliki, sekitar lima tahun lalu jumlah angkot mencapai 1.000 unit, sekarang jumlahnya hanya mencapai 500 unit. Pengurangan hampir 50 persen sendiri karena angkot makin ditinggalkan masyarakat karena armadanya yang kurang nyaman.

“Apalagi dengan hadirnya taksi daring sekarang, makin terpuruk lah angkot di Kota Banjarmasin. Karena baik dari sisi kemudahan, harga hingga layanan Angkot kalah jauh,” keluhnya.

Menurut Rustam, wacana peremajaan angkot sendiri sebenarnya sudah sering pihaknya usulkan kepada Pemkot Banjarmasin beberapa kali, bahkan sudah pernah dibahas secara intensif oleh dinas terkait.

Namun peremajaan angkot selalu terkendala saat Pemkot Banjarmasin membebankan biaya kredit mobil baru yang terlalu besar kepada pengusaha angkot. Hal tersebut tentunya membuat peremajaan menjadi gagal untuk dilakukan karena kedua belah pihak tidak bersepakat.

“Pemkot Banjarmasin membebankan kredit hingga 2 -3 juta rupiah sebulan. Padahal mereka tahu sendiri bagaimana pendapatan angkot saat ini, paling hanya sekitar Rp 50 – 100 ribu sehari. Itu pun pendapatan kotor, belum termasuk pengeluaran makan, servis, beli sperpart hingga bagi hasil ke pemilik angkot,” ungkapnya.

Padahal akan lebih baik tambah Rustam, jika Pemkot Banjarmasin berani menggelontorkan subsidi ke pengusaha angkot agar mereka bisa meremajakan armadanya. Dengan begitu tentunya pihaknya bisa membayar angsuran yang lebih murah.

“Kan ini demi kepentingan publik juga. Kalau angkotnya nyaman, masyarakat pun jadi kembali tertarik menggunakannya. Jika sudah demikian tentunya Pemkot Banjarmasin bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...