OTT Tangerang, 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Editor: Koko Triarko

274

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan empat orang yang sebelumnya terjaring dalam operasi tangkap tangan di Tangerang, Banten, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, mengatakan, empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut diduga pernah menerima sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi.

Penetapan sejumlah tersangka tersebut merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Provinsi Banten, pada Senin (12/3) malam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan selama 1 x 24 jam, penyidik KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, sedangkan tiga orang lainnya yang sempat ikut terjaring OTT KPK di wilayah Tangerang hanya berstatus sebagai saksi” jelasnya, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Menurut Basaria Pandjaitan, empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah WWN (Hakim), TA (Panitera Pengganti), ADS dan HMS yang kebetulan sama-sama berprofesi sebagai pengacara atau advokat. Sedangkan tiga orang saksi yang sempat terjaring OTT merupakan oknum pegawai PN Tangerang.

“Tersangka WWN dan TA ditetapkan sebagai pihak penerima suap atau gratifikasi, sedangkan tersangka ADS dan HMS ditetapkan sebagai pihak pemberi suap atau gratifikasi. Selain itu, petugas KPK juga berhasil mengamankan dan menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp30 juta”, kata Basaria Pandjaitan.

Terungkapnya kasus dugaan suap atau gratifikasi tersebut berawal dari informasi yang disampikan sejumlah warga masyarakat terkait adanya pemberian yang dilakukan oleh pihak advokat atau pengacara kepada seorang oknum panitera pengganti PN Tangerang.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA), selanjutnya informasi dari Bawas tersebut segera ditindaklanjuti oleh KPK.

Awalnya, pihak pemberi suap diketahui telah menyerahkan uang sebesar Rp7,5 juta. Karena dirasa kurang, maka diberikan lagi sejumlah uang tambahan sebesar Rp22,5 juta, sehingga total seluruhnya mencapai Rp30 juta

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.