Palai Rinuak Khas Maninjau Sumatera Barat

Editor: Satmoko

694

PADANG – Palai merupakan salah satu masakan tradisional yang ada di bumi Minangkabau, Sumatera Barat. Alasan disebut masakan tradisional, karena bahan dan cara memasaknya masih dilakukan secara tradisional.

Bahan utamanya yakni parutan kelapa tua, cabai giling, bawang merah, dan kunyit. Sedangkan isi palai ini, di berbagai daerah di Sumatera Barat memiliki isi yang beragam. Seperti adanya palai bada, palai lauak pinang-pinang, palai ayam, dan juga ada palai ikan rinuak.

Perbedaan isi dari palai ini, karena sesuai ketersediaan ikan yang ada di daerah, seperti di kawasan Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Biasanya palai yang dibuat ialah palai bada. Sebab di daerah tersebut merupakan daerah yang tinggal di sepanjang pantai.

Rina saat di Tanjung Raya, Danau Maninjau/Foto: Istimewa

Berbeda dengan di daratan seperti halnya di Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Tanjung Raya, palai yang dibuat tidak bisa menggunakan palai bada, melainkan menggunakan ikan yang terdapat di dalam Danau Maninjau yang disebut dengan ikan rinuak.

Rinuak merupakan ikan yang hidup di air tawar yang memiliki ukuran lebih kecil, bahkan sebegitu kecilnya, ikan hidup secara berkelompok, dan cenderung hidup di bagian tepi-tepi danau. Meski ikan jenis ini terbilang cukup kecil jika dibandingkan dengan ikan bada atau teri, soal rasa ikan ini memiliki rasa yang berbeda dengan ikan-ikan air tawar lainnya.

Dikarenakan memiliki rasa yang berbeda inilah, masyarakat setempat menangkap ikan itu lalu dimasak dan dibuat masakan palai rinuak. Untuk memasak palai rinuak ini hampir sama dengan memasak palai pada umumnya di Sumatera Barat.

Pertama bahan yang disediakan ialah parutan kelapa dan cabai merah, bawang merah, beserta kunyit yang diblender lalu diaduk dengan parutan kelapa sehingga menyatu rasa pedas dengan parutan kelapa itu. Setelah bumbu-bumbu itu menyatu, barulah dimasukkan ikan rinuak yang telah dibersihkan bersama bumbu.

Seorang warga di Tanjung Raya, Rina, menjelaskan, membuat palai rinuak, hal utama yang harus diperhatikan ialah palai yang dibuat harus terasa pedas. Karena untuk mendapat palai rinuak yang enak, perlu adanya bumbu rasa pedas. Hal ini juga tidak terlepas dari suhu udara di daerah Danau Maninjau yang terasa dingin, sehingga sajian hangat dan pedas sangat disukai oleh masyarakat setempat.

“Kalau bumbu sudah siap bersama dengan ikan rinuak, saatnya dimasukkan ke dalam lipatan daun pisang, dan dibungkus seperti membungkus lapek. Setelah itu barulah dipanggang di atas bara api,” jelasnya, Sabtu (10/3/2018).

Proses waktu untuk memasak palai rinuak ini agak cepat jika dibandingkan dengan memasak palai bada ataupun palai ayam. Sebab, ikan rinuak yang berukuran kecil akan lebih masak ketimbang bada dan ayam. Apalagi pada setiap bungkusan palai rinuak hanyalah dibungkus dalam ukuran kecil. Sebegitu kecil, setiap bungkus palai rinuak itu hanya pas makan untuk sepiring nasi saja.

Rina menyebutkan, palai rinuak ini sudah menjadi makanan yang biasa bagi masyarakat setempat. Sebab cara membuat yang mudah dan cocok bagi selera masyarakat, sehingga masyarakat setempat cukup sering membuat untuk sambal bagi keluarga.

Akan tetapi, bukan berarti palai rinuak tidak dijual. Bagi Anda yang penasaran mencicip palai rinuak, akan mudah ditemui pada setiap rumah makan yang ada di kawasan Danau Maninjau tersebut. Harganya bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp7.000 per bungkus.

“Kalau untuk masakan keluarga biasanya tidak begitu sering dibuat. Tapi, palai rinuak ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat setempat. Bahkan, juga ada palai rinuak ini menjadi oleh-oleh bagi sejumlah orang yang mengunjungi Danau Maninjau,” sebutnya.

Selain dibuat palai, rinuak juga diolah menjadi kerupuk. Maka dari itu palai rinuak yang telah siap saji dari Maninjau ini juga banyak ditemukan serta banyak juga dijual di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga
Lihat juga...