Panen Padi Varietas Ciherang di Penengahan Cukup Melimpah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

351

LAMPUNG — Panen padi masa penanaman Oktober-Maret di wilayah kecamatan Penengahan dengan mayoritas menanam padi varietas Ciherang melimpah. Hal tersebut tidak terlepas dari minimnya serangan hama burung, tikus dan wereng seperti pada masa tanam tahun sebelumnya

Menurut Yanto (30) salah satu petani di desa Rawi, padi varietas Ciherang miliknya dipanen pada usia 95 hari setelah tanam. Selama musim hujan beruntung tidak terimbas banjir meski sejumlah lahan sawah lain rusak akibat banjir.

Lokasi yang berada di kaki Gunung Rajabasa dengan sistem irigasi permanen disebutnya cukup membantu petani padi dengan luasan puluhan hektare di wilayah tersebut. Pilihan menanam padi varietas Ciherang diakui Yanto karena padi jenis tersebut memiliki usia panen lebih singkat dibandingkan varietas Muncul.

“Pada masa tanam kali ini hasilnya cukup lumayan sekaligus tidak banyak gangguan serangan hama penyakit sehingga kami tidak harus mengeluarkan tenaga ekstra dan biaya besar,” beber Yanto saat ditemui Cendana News, Selasa (20/3/2018)

Yanto menyebut pada ia mulai menanam padi pada tiga bulan sebelumnya dengan menggunakan bibit sebanyak 30 kilogram padi varietas Ciherang. Selama proses perawatan padi Yanto melakukan pemupukan menggunakan Urea, NPK, ZA sebanyak 4,5 kuintal melalui kelompok tani Srimaju 2.

Pada masa tanam bulan sebelumnya ia menyebut menghasilkan sekitar 4,5 ton gabah kering panen (GKP). Pada masa panen bulan Maret Yanto menyebut hasil panen miliknya bisa menembus angka 6 ton karena produktivitas cukup tinggi.

Pola penanaman dengan sistem rapat diakuinya tidak menggunakan jajar legowo karena lokasi lahan sawah berada di lahan miring. Selain bulir yang banyak tanpa ada serangan hama, panen yang sudah dikumpulkan mencapai sekitar lima ton dan sisanya dalam proses perontokan secara manual.

Bintara pembina desa (Babinsa) Koramil 421-03/Penengahan, Sersan dua Tri Rosadi menyebut hasil panen padi di wilayah Penengahan cukup baik pada masa panen bulan Maret.

Serda Tri Rosadi
Serda Tri Rosadi dan Yanto (kanan) memperlihatkan padi varietas Ciherang dengan hasil panen cukup baik pada masa panen bulan Maret [Foto: Henk Widi]
Serda Tri Rosadi menyebut sebagian petani di wilayah tersebut dominan menanam varietas Ciherang menyesuaikan kondisi lahan dan masa tanam yang lebih singkat. Sistem irigasi permanen yang baik ikut mendukung petani melakukan masa tanam tiga kali dalam setahun dari sumber air Gunung Rajabasa.

“Saya mendatangi petani untuk melihat serapan gabah hasil panen petani padi sekaligus mengimbau agar tidak menjual gabah ke daerah lain,” beber Serda Tri Rosadi.

Imbauan tersebut upaya program swasembada gabah dan serapan gabah yang ada di wilayah Lampung Selatan. Warga yang berniat menjual gabah diarahkan untuk menjual ke Bulog Lamsel sehingga bisa diolah menjadi beras.

“Beras tersebut akan menjadi cadangan bagi masyarakat di Lampung Selatan dan ikut membantu kestabilan harga,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...