Pantai Maja Destinasi Bahari Alternatif Nikmati Senja di Selat Sunda

Editor: Irvan Syafari

381

LAMPUNG — Destinasi wisata bahari di pesisir Kecamatan Kalianda hingga Kecamatan Rajabasa merupakan salah satu pilihan menikmati akhir pekan yang paling tepat. Lokasi yang dekat dengan jalan raya pesisir (coastal road) membuat destinasi wisata bahari di dua kecamatan tersebut mudah dicapai. Berjarak sekitar satu kilometer dari pusat Kota Kalianda, Pantai Maja merupakan salah satu spot tepat menikmati suasana senja.

Hendra (25) salah satu pengunjung asal Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas menuturkan,ia memilih pantai Maja karena dekat jalan raya pesisir. Selain gratis tanpa harus membayar biaya masuk, pantai yang menghadap ke gugusan pulau Santiga, pulau Sebuku,pulau Sebesi tersebut dalam kondisi surut. Batu batu hitam dan batu karang terlihat cukup banyak menghampar menjadi lokasi mencari ikan hias.

“Selain melihat keindahan pantai saya juga sengaja mencari ikan hias untuk dipelihara membawa serokan khusus sembari menungggu matahari terbenam di laut,” terang Hendra saat ditemui Cendana News, Minggu sore (4/3/2018)

Pantai Maja diakui Hendra hanya berjarak sepuluh meter dari tepi jalan tersaji dengan pasir putih yang menghampar. Pasir putih yang bersih disebutnya kerap menjadi lokasi tepat untuk mengajak anak anak bermain. Batu batu besar yang menjadi penghalang pantai dengan laut lepas memberi rasa aman dan nyaman saat mengunjungi pantai.

Ia menyebut surutnya air laut yang terjadi sejak siang menjelang sore membuat pengunjung bisa berjalan kaki disela sela batu karang. Berbagai jenis biota laut bisa ditemui di cekungan cekungan batu yang surut berupa kerang, bintang laut, umang umang dan ikan hias.

Saat kondisi surut tersebut pengunjung bahkan bisa mendekati kawasan Pantai Way Panas yang berjarak cukup dekat dengan Pantai Maja.

Lina (30), salah satu pengunjung yang mengajak serta dua anaknya mengaku kondisi surut membuat anak anaknya bisa bermain pasir tanpa takut hempasan ombak.

Sambil membawa serta sebotol air mineral, Lina mengajak anaknya mencari kerang dan memperkenalkan beberapa biota laut yang dijumpai di sela sela batu pantai.

“Saya ajak anak anak agar bisa mengenal beberapa binatang laut yang belum pernah ditemui apalagi airnya sedang surut,” ujar Lina.

Momen bermain di pantai dimanfaatkan oleh Lina bersama anak anaknya untuk berswafoto. Pantai yang didominasi batu batu hitam tersebut menjadi latar belakang yang menarik menurut dia.

Begitu juga dengan panorama ke arah pantai tak kalah memukau. Suasana senja dan detik-detik matahari tenggelam di ufuk barat, bisa dinikmati dari Pantai Maja dengan latar belakang gugusan Kepulauan Krakatau.

Sesudah puas menikmati keindahan Pantai Maja, Lina menyukai sebagian tempat kuliner dengan menu ikan laut yang mudah dijumpai di sekitar pantai. Dia rela bergeser ratusan meter dari destinasi wisata Pantai Maja. Sejumlah sajian kuliner tradisional bisa dinikmati di pusat wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda.

Keberadaan vila dan homestay untuk pengunjung, yang berasal dari luar daerah bisa dimanfaatkan untuk menginap. Penginapan tersebut kerap menjadi rujukan saat akhir pekan bersama keluarga untuk menikmati suasana pantai dari pagi hingga senja.

Homestay yang ditawarkan bertarif mulai dari Rp250.000 hingga Rp500.000 per malam menyesuaikan fasilitas dan pelayanan tersebut memiliki pemandangan ke tepi pantai yang cukup menarik.

Pedagang kuliner di pusat wisata kuliner Kalianda berjarak ratusan meter dari Pantai Maja bisa menjadi rujukan menikmati kuliner tradisional/Foto: Henk Widi.

Sebagian pengunjung yang menginap merupakan wisatawan yang ingin menikmati sensasi berendam di air laut. Selain itu sebagian wisatawan bahkan bisa menikmati berendam air panas di dekat Pantai Maja yang tepat berada di sebelah titik Way Panas di wilayah tersebut.

Suasana senja yang cukup indah bahkan kerap dimanfaatkan oleh para penghobi fotografi untuk berburu lukisan senja menggunakan kamera ponsel cerdas serta kamera DSLR untuk diunggah di media sosial.

Baca Juga
Lihat juga...