Para Petani Keluhkan Produksi Kopi Gayo Menurun

255
Ilustrasi - Foto: Dokumentasi CDN

TAKENGON — Para petani di Kabupaten Aceh Tengah mengeluhkan produksi kopi yang terus menurun dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sehingga berdampak terhadap ekonomi mereka.

Arman, seorang petani di Kampung Bahgie, Kecamatan Bebesen, kepada wartawan, Senin (12/3) mengatakan, dampak berkurangnya hasil panen kopi sangat dirasakan para petani seperti dirinya, khususnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Dua tahun terakhir ini, produksi kopi terus menurun. Kebun saya luasnya kurang lebih satu hektare normalnya bisa menghasilkan 60 sampai 80 kaleng kopi sekali panen. Tapi sekarang hanya 20 kaleng,” tutur dia.

Arman menjelaskan dalam takaran satu kaleng kopi yang lazim digunakan oleh petani kopi di Gayo berisi 3 kilogram biji kopi gabah merah.

Ditanya penyebab menurunnya hasil panen, petani ini menduga akibat faktor cuaca yang berubah.

Petani lainnya, Inen Usda yang memiliki kebun seluas setengah hektare di kawasan Pantan Terong Kampung Bahgie, juga mengaku hasil panen di kebun kopi miliknya terus menurun.

Dikatakan, biasanya kebun kopinya bisa menghasilkan 40 kaleng biji merah dalam sekali panen, tapi sekarang menurun menjadi 10 kaleng.

Kopi merupakan komoditi andalan di Kabupaten Aceh Tengah. Hampir 80 persen masyarakat daerah ini adalah petani kopi.

Kopi gayo telah sejak lama mendapatkan tempat istimewa di kalangan pecinta kopi dunia. Tercatat, Arabica Gayo sangat digemari oleh konsumen di Amerika, Eropa, dan Jepang.

Mereka menyebut Kopi Gayo sangat istimewa dan dikatagorikan sebagai kopi spesialty.

Kopi Gayo dikenal memiliki aroma khas dengan perisa (flavor) kompleks dan kekentalan (body) yang kuat.

Berdasarkan penilaian hasil uji cita rasa kopi yang diterapkan oleh sebuah asosiasi kopi di Amerika, yakni Specialty Coffee Asotiation of Amerika (SCAA) yang mengkatagorikan kopi dengan skor poin di atas angka 80 sebagai kopi spesialty; maka Kopi Gayo telah mengantongi nilai sempurna.

Berkali-kali hasil uji cita rasa (cupping test) terhadap kopi gayo, menunjukkan nilai tertinggi diangka 86-90 poin. Nilai itu cukup untuk menobatkan kopi gayo sebagai kopi terbaik nomor 1 di dunia (Ant).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.