Pariwisata Kunci Mendongkrak Ekonomi Kreatif di Kalsel

Editor: Irvan Syafari

434
Ketua Bidang Industri Kreatif dan Pariwisata HIPMI Kalsel Ahmad Reza Hidayat-Foto: Arief Rahman.

BANJARMASIN — Ketua Bidang Industri Kreatif dan Pariwisata Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalsel Ahmad Reza Hidayat berharap, adanya upaya yang serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendongkrak sektor pariwisata yang ada di Banua.

Hal tersebut menurutnya penting, mengingat dengan terdongkraknya sektor pariwisata dapat pula mendorong geliat sektor ekonomi kreatif yang ada di Kalsel.

“Sektor pariwisata erat kaitannya dengan sektor ekonomi kreatif. Kalau pariwisata bisa berkembang, sektor ekonomi kreatifnya juga akan mengikuti,” jelasnya, Rabu (21/3/2018).

Misalnya ucap Reza, jika banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berwisata ke Kalsel, beberapa sektor ekonomi kreatif akan ikut terdongkrak positif, salah satunya usaha produk kerajinan tangan dan berbagai macam produk lokal olahan lainnya khas Kalsel.

Lalu contoh lainnya dengan banyaknya turis berwisata ke Banua, tentunya usaha kreatif seperti event organizer (EO) juga akan ikut terdongkrak positif, karena banyaknya kegiatan hiburan yang akan digelar.

“Tidak ada turis yang berwisata keluar daerah tidak membeli oleh-oleh dan menikmati berbagai hiburan khas daerah yang dikunjunginya. Jadi kalau ingin sektor ekonomi kreatif bisa tumbuh, besarkan dulu sektor pariwisatanya,” tegas Owner EO Redline tersebut.

Reza membandingkan bagaimana begitu pesatnya perkembangan ekonomi kreatif di Bali, Jogja, Jawa Timur dan Jawa Barat kini seiring dengan mampunya keempat daerah tersebut mengenbangkan sektor pariwisatanya.

“Kalsel juga kalau ingin ekonomi kreatifnya berkembang harus mencotoh empat daerah tersebut. Kalau tidak perkembangan sektor ekonomi kreatifnya akan jalan ditempat,” tambahnya.

Selama ini dilihatnya Pemda belum serius mendorong pembenahan dan pengembangan pariwisata di Kalsel. Hal ini bisa dilihat dari pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata, seperti akses jalan, transportasi massal hingga penginapan yang masih tidak bisa disediakan pada semua objek wisata unggulan di Banua.

Padahal menurutnya jika Pemda tidak mampu mengelola objek wisata unggulan di Kalsel, akan lebih diserahkan kepada pihak swasta ataupun dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal tersebut agar pemeliharaan dan pengelolaan objek wisata bisa jauh lebih profesional.

“Dengan dikelola oleh swasta atau BUMD juga akan lebih mudah melakukan berbagai kerjasama dengan pihak lainnya untuk mengembangkan objek wisatanya agar makin menarik dikunjungi oleh wisatawan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalsel Harrymurti Gunawan juga mengakui, jika digarap serius potensi ekonomi Kalsel sebenarnya tidak hanya terfokus pada sektor pertambangan saja, namun juga sektor lainnya seperti perkebunan, pertanian dan pariwisata.

Asal bisa dipersiapkan dengan baik mulai sekarang segala infrastruktur pendukungnya, dirinya optimis di masa depan ketiga sektor ini bisa menjadi tulang punggung baru ekonomi Kalsel.

“Kita tidak boleh larut hanya dengan sektor pertambangan saja. Karena sektor ini tidak abadi dan produksinya punya jangka waktu dan tidak bisa diperbaharui lagi,” pungkasnya

Baca Juga
Lihat juga...