banner lebaran

Partai Berkarya Bawa Misi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

452

SOLO – Partai Berkarya berkomitmen mengembangkan teknologi pertanian dan peternakan di setiap daerah. Keduanya menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ekonomi kerakyatan menjadi program unggulan yang diusung partai baru tersebut. “Mengenai ekonomi kerakyatan ini merupakan program unggulan yang kami usung,” kata Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto di Solo, Minggu (11/3/2018).

Melalui penerapan teknologi pertanian tersebut, ditargetkan adanya kenaikan volume panen. Sebagai gambaran, jika sebelumnya hasil panen padi untuk satu hektare lahan sebanyak lima ton, dengan penerapan teknologi pertanian diharapkan volume panen dapat meningkat menjadi sembilan ton perhektare.

“Dengan adanya kenaikan volume panen ini paling tidak akan menambah 50 persen income untuk para petani,” kata Tommy usai penutupan Rapimnas III Partai Berkarya di Solo.

Penerapan teknologi di bidang pertanian dan peternakan akan dilakukan di seluruh Indonesia. Kegiatannya diawali dengan penetapan pilot project untuk pelaksanaannya. Prosesnya akan merangkul ahli tani untuk pengembangan teknologi yang akan digunakan. “Teknologi ini bukan hanya diterapkan untuk komoditas padi tetapi juga pertanian lain seperti bawang putih,” tambahnya.

Bidang lain yang juga akan mendapatkan perhatian besar adalah pendidikan. Ke depan, Partai Berkarya berkeinginan agar metode pembelajaran kepada siswa lebih banyak melalui online karena lebih murah.

“Tanpa harus ke sekolah siswa bisa tetap belajar, ini bisa menghemat dana untuk buku, seragam, dan transportasi. Dana besar bisa dikurangi dan bisa digunakan untuk kegiatan lain,” katanya.

Sebelumnya, pada Rapat Pimpinan Nasional III DPP Partai Berkarya yang diselenggarakan di Hotel Lor In, Tommy Soeharto resmi menjadi Ketua Umum Partai Berkarya untuk periode 2018-2022. Setelah mendapatkan mandat, lelaki yang memiliki nama lengkap Hutomo Mandala Putra tersebut menyebut Partai Berkarya harus mampu membawa kemaslahatan untuk umat dan rakyat.

Tommy, mengajak seluruh kader Partai Berkarya merapatkan barisan dan membulatkan tekad untuk membawa Indonesia lebih sejahtera, adil, dan makmur. “Kita harus bekerja untuk rakyat. Apa yang dicanangkan harus dapat terwujud, salah satunya 80 kursi DPR RI bisa terwujud,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Tommy sekaligus mengukuhkan kepengurusan DPW Partai Berkarya. Proses tersebut disebutnya, harus diikuti secara berjenjang dengan membentuk kepengurusan di 67 DPD. Hal tersebut akan dilanjutkan dengan proses pencalegkan.

Pada pemilu 2019, Tommy menargetkan mampu meraih 80 kursi untuk DPR RI. Sementara target pesimistis ditempatkan untuk perolehan kursi DPRD tingkat dua di masing-masing kabupaten dan kota minimal tiga kursi. “Mudah-mudahan bisa lebih, sebagai gambarannya satu kursi butuh 12.000 suara. Kalau ada tiga kursi artinya harus dapat 36.000 suara. Ini semua bisa diraih dengan catatan seluruh DPW telah mewujudkan kepengurusan di DPD,” katanya.

Menurut dia, dengan 514 kabupaten dan kota di Indonesia maka akan diperoleh lebih dari 18 juta suara dari kader. “Dengan jumlah ini saya yakin kita bisa menjadi pemain tiga besar di Senayan. Oleh karena itu, saya minta kepengurusan di DPP agar dibuat per wilayah penanganannya,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.