‘Partikelir’, Film Komedi dengan Pesan Moral

Editor: Koko Triarko

207
Aurelie Moeremans. -Foto: Foto Akhmad Sekhu

JAKARTA – Aurelie Moeremans, termasuk artis yang cukup laris. Dalam delapan tahun karirnya dalam seni peran, ia membintangi sekitar 16 film, seperti di antaranya D’Love (2010), Sweetheart (2010), Cinta Pertamaku (2014), Where Is My Romeo (2015), Gelas Gelas Kaca (2016), Jomblo Reboot (2017), hingga film Partikelir yang siap tayang 5 April 2018, mendatang.

Dalam film produksi Starvision dengan arahan sutradara Pandji Pragiwaksono, Aurelie berperan sebagai Tiara yang mencurigai ayahnya berselingkuh. Padahal saat itu, ibunya sedang sakit-sakitan. Tiara kemudian minta bantuan Adri yang diperankan Pandji Pragiwaksono, yang berprofesi sebagai detektif. Dia menugaskan detektif tersebut untuk mencari tahu kehidupan ayahnya yang selama ini tak diketahuinya.

“Dalam film ini, aku tidak boleh banyak senyum karena harus jutek,“ kata Aurelie Moeremans, kepada Cendana News, usai press screening film Partikelir di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Perempuan kelahiran Brussel, 8 Agustus 1993 itu memang diplot menjadi cewek jutek. “Ini tantangan tersendiri bagi saya, karena menjadi cewek jutek itu tidak mudah, tapi Mas Pandji sebagai sutradara yang sekaligus turut bermain satu frame terus sama aku jadi aku ngikut saran dan arahan dia terus,” ungkap pemlilik nama lengkap Aurelie Alida Marie Moeremans, ini.

Untuk mendalami karakter cewek jutek, Aurelie mengaku belajar tentang karakter cewek jutek melalui foto-foto di internet. “Aku browsing di internet mengenai karakter berbagai jenis jutek,” bebernya.

Menurut Aurelie, sebenarnya sikap jutek itu paling tidak disukainya. “Siapa pun pasti sebel kalau ngeliat orang jutek, tapi sikap itu pasti dialami semua orang,” paparnya.

Yang menarik dalam film ini, kata Aurelie, ceritanya bagus banget. Sekarang lebih banyak film horor yang akhir-akhir ini memang sedang booming, tapi film ini beda dengan genre action comedy. “Ada twist-nya, jadi ceritanya tidak mudah ketebak,“ tegasnya.

Menurutnya, banyak pemerannya merupakan komika, jadi ketawa terus dan kalau tidak syuting juga ketawa terus. “Semua lucu, tapi lebih suka pada humor Mas Panji,“ puji Aurelie.

Film ini tidak hanya komedi yang ha ha hi hi saja, tapi juga menyiratkan banyak pesan moral, seperti orang jahat pasti ada penyebabnya, karena tidak mungkin orang jahat dari lahir. “Kemudian, semua orang menunggu satria piningit, tapi sebenranya kita bisa menjadi satria piningitnya,“ tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.