Pasca Banjir Lamsel, Fasilitas Olahraga Sudah Dapat Digunakan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

319

LAMPUNG — Dampak banjir luapan sungai way Sekampung masih dirasakan sekitar 10 dari total 120 kepala keluarga di desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan. Warga dusun Bunut Utara yang sebagian permukiman terendam mulai kembali beraktivitas dengan normal. Fasilitas olahraga lapangan futsal yang terendam selama dua pekan bahkan kembali bisa digunakan.

Ari Setiawan (16) salah satu pemuda setempat menyebut fasilitas olahraga futsal di dekat masjid Manbaul Huda sempat tergenang air. Genangan sempat mencapai satu meter di beberapa bagian.

“Hari ini kami siswa pesantren dan pemuda desa ini saat Jumat bisa libur dan melakukan aktivitas olahraga di lapangan futsal padahal sebelumnya lapangan ini tergenang air selama dua pekan,” terang Ari Setiawan saat ditemui Cendana News, Jumat (23/3/2018)

Sebelum bisa dipergunakan kembali para pemuda melakukan pembersihan dengan membuang lumpur dan sampah-sampah plastik akibat terbawa banjir.

Pasca banjir
Ari Setiawan, salah satu pemuda di dusun Umbul Besar bersama pemuda setempat kembali bisa melakukan aktivitas olahraga pasca banjir [Foto: Henk Widi]
Keberadaan fasilitas olahraga futsal dan lapangan bola voli di dusun Bunut dan Umbul Besar sangat penting karena menjadi fasilitas utama untuk berolahraga.

Selain itu, sebanyak 10 keluarga yang sebagian rumahnya masih terendam air merupakan rumah yang dekat dengan aliran sungai.

Asti (30) salah satu warga menyebutkan, genangan air masih mengepung rumah miliknya dan warga lain. Air yang kotor membuat anak anak yang bermain menderita kutu air serta penyakit kulit lain.

“Saat ini banyak anak anak yang mulai terserang gatal gatal namun kami tetap bisa berobat ke Puskesmas Desa secara gratis,” terang Asti.

Asti juga berharap dinas kesehatan bisa membagikan bubuk abate untuk ditaburkan di sejumlah bak mandi dan pengasapan (Fogging) untuk mencega penyakit DBD.

Asti menambahkan, saat kebutuhan air bersih masih dipasok dengan menggunakan galon. Sumur air dalam yang sempat tergenang air masih tercemar dan dalam proses pengurasan. Air yang kotor dan berpotensi mengakibatkan diare terpaksa hanya dipergunakan untuk mandi dan mencuci.

“Kami gunakan air bersih dari galon karena takut terkena penyakit diare dan masalah pencernaan jika mengkonsumsi air kotor,” tutup Asti.

Baca Juga
Lihat juga...