banner lebaran

Pastikan Alexis Ditutup, Anies Akan Kirim Satpol PP

Editor: Irvan Syafari

220
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai peresmian TOD Dukuh Atas dil ahan bekas Pasar Blora, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018)-Lina Fitria.

JAKARTA —- Setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk mencabut izin usaha atau Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) PT Grand Ancol Paragon alias Hotel Alexis. Dengan pencabutan izin itu maka Alexis dilarang menjalankan usaha apapun.

Keputusan itu diambil setelah Pemprov DKI telah memastikan adanya praktik prositusi dan pedagangan manusia di tempat tersebut. Temuan itu bermula dari pemberitaan sebuah media massa yang menginvestigasi adanya praktik prostitusi di tempat karaoke 4Play.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dirinya telah mendapatkan laporan dari lapangan bahwa semalam di Alexis sudah tidak ada kegiatan.

“Terkait Alexis kemarin ada laporan dari lapangan, bahwa tadi malam sudah tidak ada kegiatan,” kata Anies usai peresmian TOD Dukuh Atas di lahan bekas Pasar Blora, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018).

Namun Anies berencana siang ini akan mengirimkan petugas Satpol PP untuk mengecek keseluruhan aktifitas atau kegiatan Hotel Alexis. Dia ingin memastikan Hotel Alexis sudah total berhenti beroperasi.

“Tetapi untuk memastikan, siang ini kita akan mengirimkan tim untuk melakukan penutupan secara resmi. Atas nama Pemprov siang ini dari petugas penegaknya, penegak aturan adalah Satpol PP. Jadi kami akan kirim nanti,” ucapnya.

Menurutnya proses penutupan Hotel Alexis ini sudah dikerjakan dengan benar dan sesuai dengan prosedur. Dia menegaskan telah melakukan penyelidikan terlebih dulu sebelum penindakan.

Anies menegaskan proses penutupan Hotel Alexis sudah dikerjakan dengan benar. Berbagai proses verifikasi, menurut Anies, dilakukan untuk mengumpulkan bukti kuat.

“Begini, prinsipnya menegakkan aturan. Ketika menegakkan peraturan kita memiliki tim pengawasan kemudian kita juga memproses laporan dari masyarakat. Sebelum sampai pada penindakan maka harus ada proses penyelidikan yang benar, tertib dan sehingga ketika kita melakukan keputusan itu kuat,” paparnya.

Dia pun memberikan contoh pada kasus Alexis yang menurutnya sudah mendalami penyelidikan panjang. Hingga akhirnya membuat keputusan penutupan. Pada penutupan tersebut, kata Anies, dia enggak perlu memerlukan pasukan untuk menutup Alexis namun hanya cukup selembar kertas peringatan.

Kemudian pihaknya telah memiliki bukti yang kuat mengenai adanya praktik prositusi di Hotel Alexis. Atas dasar itu, dia berani mencabut semua izin usaha tempat hiburan. Bahkan dia mengaku siap bila digugat oleh pihak Alexis.

“Mengapa? Karena kita sudah memiliki semua data-data yang bila digugat sekalipun kita siap. Mengapa? Karena data-datanya lengkap jadi untuk yang lain-lain pun begitu,” terangnya.

Tak hanya Hotel Alexis, kata Anies, akan ada pengusutan tempat hiburan lain yang telah melanggar. Anies menyebutkan Pemprov DKI tengah menyelidiki semuanya

“Semuanya sedang dalam penyidikan, bukan hanya empat tetapi semuanya,” imbuhnya.

Dengan melakukannya eksekusi ini, kata Anies, untuk menegakkan peraturan. Kemudian dia mengingatkan supaya pengusaha tempat hiburan tersebut tidak ada lagi melanggar peraturan.

“Kita mengeksekusi ini untuk menegakkan aturan. Pesan buat semuanya jangan main-main. Kita memang tidak mengirimkan orang secara kasar, semuanya dilakukan sesuai dengan aturan,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.