Pejabat AS Mulai Selidiki Jatuhnya Helikopter Liberty

291
Ilustrasi - dok CDN

NEW YORK – Penyidik Amerika Serikat (AS) pada Senin (12/3/2018) tiba di tempat helikopter jatuh di perairan dingin Sungai Timur, New York. Kejadian jatuhnya helikopter tersebut menewaskan lima penumpang, dan hanya pilot yang masih hidup.

Beberapa saat sebelum kecelakaan pada Minggu (11/3/2018) malam, pilot tersebut mengirim panggilan Mayday melalui radionya. Dalam informasinya pilot mengatakan bahwa mesin helikopter tersebut tidak bekerja seperti yang terekam dan dikirim dalam jaringan.

Helikopter merah yang jatuh tersebut, disewa secara pribadi oleh sekelompok juru foto profesional dan amatir. Helikopter, jatuh di perairan tersebut dan terbalik sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau 06.00 WIB. Lokasi jatuh di dekat ujung utara Pulau Roosevelt, tepat di timur Manhattan.

Pejabat Badan Keselamatan Angkutan Nasional berkumpul di dermaga apung di dekat tempat kecelakaan itu pada Senin. Saat mereka memulai penyelidikan atas penyebab kejadian tersebut.“Sedikit-dikitnya, dua penumpang tewas saat penyelam penyelamat tiba,” ujar kepolisian setempat.

Tiga penumpang lainnya, yang harus dilepaskan dari sabuk keselamatan helikopter, dinyatakan meninggal di rumah sakit. Pilot berhasil melepaskan diri dari sabuk keselamatan dan kemudian dipulangkan dari rumah sakit. Departemen Kepolisian New York mengenali pilot helikopter itu sebagai Richard Vance (33), namun menolak menyiarkan nama korban sebelum keluarga mereka diberitahu.

Vance mengatakan kepada penyidik bahwa sebuah tas penumpang mungkin telah secara tidak sengaja mengaktifkan saklar pengisian bahan bakar darurat helikopter. “Helikopter komersial biasanya memiliki saklar jika mesin terbakar,” menurut Instruktur pilot dan penerbangan di perusahaan Pelatihan Penerbangan Helikopter di Ronkonkoma, New York Jeremy Conley.

Video kecelakaan yang beredar menunjukkan helikopter jatuh secara autorotatif, dengan rotornya yang berputar hanya berdasarkan momentum. Para penumpang, termasuk dua pria dari Texas, adalah fotografer yang telah memesan penerbangan untuk memotret cakrawala kota.

Polisi menyebut, helikopter tersebut disewa dari Liberty Helicopters. Perusahaan yang berbasis di New Jersey tersebut mengatakan di laman webnya bahwa pihaknya memiliki armada terbang terbesar di Timur Laut dan memiliki jejak rekam keamanan tak tertandingi. Perusahaan tersebut tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar pada Senin.

Liberty Helicopters diberitakan terlibat dalam setidak-tidaknya dua kecelakaan lain, termasuk tabrakan udara dengan pesawat kecil pada Agustus 2009 di atas Sungai Hudson, yang menewaskan sembilan orang. Pada Juli 2007, salah satu helikopternya turun di Sungai Hudson dengan pilot dan tujuh penumpangnya, yang semua selamat. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...