Pelaku Usaha Onderdil Kapal di Gorut, Minim

280
Bengkel Kapal -Dok: CDN

GORONTALO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo, perlu mendorong hadirnya pelaku usaha onderdil, khusus untuk kapal penangkap ikan.

“Peluang usaha untuk penjualan onderdil kapal penangkap ikan, baik mesin kapal, alat tangkap maupun alat pancing menggunakan penarik mesin, sangat terbuka lebar,” ujar warga setempat yang juga pengusaha alat tangkap perikanan, Gufron Muhammad, Kamis (15/3/2018).

Menurutnya, peluang usaha tersebut tidak harus menunggu pelaku usaha berskala nasional untuk berinvestasi di daerah ini, namun pelaku usaha lokal yang juga berperan selaku penampung ikan bisa didorong berusaha di bidang itu.

Agar nelayan dalam melakukan aktivitasnya terbantu dan tidak lagi kesulitan mendapatkan kebutuhan kapal yang diperlukan, seperti mesin kapal dan peralatan pancing.

Gufron mengaku, kapal penangkap ikan di daerah ini masih cukup minim, maka jika ada kapal ikan yang tidak beroperasi, karena kendala kerusakan mesin seperti suku cadang yang sulit didapatkan, tentu akan berpengaruh pada produksi perikanan tangkap.

Seperti di wilayah Kecamatan Sumalata, kata ia, jumlah kapal ikan bermesin diesel 24-27 PK masih sangat terbatas atau tidak lebih dari 10 unit. Bahkan untuk tingkat kabupaten, kapal ikan bermesin 30 GT pun belum lebih dari 30 unit.

Maka, usaha perekonomian di bidang perikanan tangkap dari hulu ke hilir, kata Gufron, diharapkan terus didorong pemerintah daerah dalam rangka peningkatan produksi perikanan segar yang potensinya mencapai 640 ribu ton per tahun.

Nelayan di Kecamatan Gentuma Raya pun telah mampu membuat kapal penangkap ikan berbahan fiber berkekuatan mesin 30-32 GT.

“Maka peluang-peluang usaha tersebut sangat terbuka lebar dalam rangka meningkatkan pendapatan asli di sektor unggulan khususnya perikanan,” ujar Gufron. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...