Peluang Usaha, Mainan Edukasi Excavator Mini Hidrolik Homemade

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

806

LAMPUNG — Beberapa anak dan orang dewasa terlihat cekatan memegang dua kemudi dengan sebuah alat berat berupa excavator mini terbuat dari kayu di hadapannya. Dimainkan sembari duduk, escavator mini tersebut merupakan sebuah permainan yang disewakan dengan sistem waktu.

Usut punya usut, ternyata mainan tersebut merupakan buatan sendiri yang terinspirasi saat berkunjung ke sebuah tempat di kabupaten Lampung Timur. Ahmad Prasetyo (36) pemilik satu set mainan tersebut awalnya mengamati cara gerak dan bagian bagian mainan excavator mini tersebut dan bertanya kepada pemilik harga permainan tersebut.

Semula Prasetyo, demikian ia dipanggil mengaku melihat peluang usaha permainan anak anak yang bisa menghasilkan uang tersebut. Harga satu unit excavator mini disebutnya saat itu Rp2 juta dengan satu set terdiri dari 5 unit sehingga untuk memulai usaha dibutuhkan modal awal Rp10juta.

“Saya mulai terpikir untuk membuat sendiri permainan tersebut setelah memegang dan memainkannya sekaligus mempelajari sistem kerja gerakan excavator mini memakai penggerak hidrolik air,” terang Prasetyo pemilik usaha mainan excavator mini saat ditemui Cendana News di lokasi wisata pantai Onaria Ketapang baru baru ini.

Pada pertengahan bulan Oktober 2017 ia menyebut mulai mengumpulkan bahan bahan pembuatan mainan excavator mini. Selama satu bulan ia menciptakan mainan tersebut dari kayu jati ambon, triplek, plastik, selang infus dan spet untuk alat suntik baru di rumah sakit.

Satu set excavator mini tersebut dibuat dalam waktu satu bulan. Berkat bekal kemahiran yang telah diperoleh secara ototdidak ia pun dapat membuatnya dalam dua pekan.

Proses pembuatan secara mandiri tersebut setidaknya bisa menghemat dan hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp1,5 juta.

“Setelah mainan jadi, saya masih bingung cara memperoleh uang dari menyewakan permainan ini, sehingga awal hanya dimainkan anak di rumah,” bebernya.

Akhirnya warga dusun Kalisupi desa Sripendowo kecamatan Ketapang Lampung Selatan tersebut mulai membawa permainan ke tempat hiburan kuda kepang. Awalnya cukup sulit memperkenalkan sehingga ia memasang tulisan ‘Game edukasi mini excavator, bermain sambil belajar’.

Banyak anak-anak bertanya cara memainkannya. Ia membeberkan, sebagai permainan simulasi sesuai dengan excavator aslinya dua buah penggerak sebagai kemudi disiapkan dengan petunjuk. Gerakan maju, mundur, mengangkat serta gerakan lain ditulis pada bagian kemudi.

“Inilah kenapa permainan ini disebut mainan edukasi sambil belajar karena selama ini alat berat yang asli hanya sekedar dilihat dan cara mengemudi bisa dipelajari melalui mainan excavator mini,” beber Prasetyo.

Pada satu set excavator mini disimulasikan menggali tanah dan pasir selanjutnya dimuat ke dum truk yang berbentuk mini. Khusus untuk pasir, Prasetyo menggunakan bubuk kayu sengon dan jati ambon yang ringan dan mudah dibawa.

Selama 20 menit memainkan excavator mini setiap orang cukup membayar Rp20.000. Dari hasil menyewakan permainan tersebut ia memperoleh omzet Rp350.000 hingga Rp450.000 perhari tergantung tingkat keramaian.

Selain berkeliling menyewakan alat tersebut Prasetyo juga mengaku mendapatkan pesanan pembuatan. Meski harga awal mainan edukasi tersebut berkisar Rp2 juta namun hasil buatannya dijual dengan harga berkisar Rp1,6juta hingga Rp1,8juta dengan permintaan satu hingga dua unit.

“Saya mau jual mahal di sini daya belinya masih kurang sehingga jika ada pesanan baru saya buatkan menjadi pekerjaan sampingan buat saya dan pemesan di antaranya dari sejumlah sekolah kejuruan,” beber Prasetyo.

simulator mini escavator
Anak anak dan orang dewasa berlomba mengisi bak mobil mainan dengan bubuk kayu sebagai simulasi mengisi pasir [Foto: Henk Widi]
Hendra, salah satu orangtua yang mengajak anaknya, mengaku senang bisa memperlihatkan cara kerja excavator. Selama ini alat tersebut kerap digunakan untuk menggali tanah dan pasir di wilayah Ketapang sehingga anaknya bisa mengetahui cara kerja alat tersebut.

Meski menyewa dengan durasi waktu dirinya menyebut senang bisa mengedukasi anaknya dan membantu memberi penghasilan bagi pemilik excavator mini tersebut.

Permainan tersebut diakuinya sekaligus mendorong minat dan melatih motorik anaknya yang menyukai mainan sekaligus bercita cita menjadi mekanik. Selain melatih kreativitas ia berharap sang anak juga bisa membuat alat tersebut setelah mempelajari detail permainan tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...