Pembahasan Amdal Sejalan dengan Pembangunan Waduk Napun Gete

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

187

MAUMERE — Pembangunan waduk Napun gete di kecamatan Waiblama kabupaten Sikka yang merupakan salah satu proyek strategis nasional terus dilaksanakan meski pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) tahap kedua baru selesai dibahas dan nantinya akan dikeluarkan izin lingkungan oleh gubernur NTT.

“Tenaga ahli lingkungan akan berkordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Panduan ini yang sudah dibuat dan telah dibahas bersama semua pihak dan nantinya dokumen Amdal ini yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya izin lingkungan oleh gubernur NTT,” sebut Kostanji Nait, SP, MT dari seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Selasa (27/3/2018).

Kostanji kepada Cendana News mengatakan, karena ini program strategis nasional maka ada kegiatan-kegiatan awal yang diizinkan untuk dilakukan. Tetapi karena pekerjaan baru dimulai dan sebagian besar pekerjaan belum tuntas maka diawasi dengan dokumen RPL Rencana Pemantau Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL).

“Beberapa pekerjaan seperti pengangkutan material jangan tumpah di jalan dan saat kendaraan melewati jalan yang berdebu di musim panas maka harus melakukan penyiraman. Kita juga akan minta masukan semua pihak terkait untuk melengkapi dokumen ini,” tuturnya.

Menyangkut pengangkutan material tambah Kostanji, rekanan selaku suplier harus mengurus izinnya. Tetapi harusnya rekanan mengambil material di lokasi yang sudah diizinkan oleh pemerintah daerah, kecuali ada lokasi baru yang lebih dekat dan sesuai syarat teknis material maka harus diurus dahulu baru diambil.

waduk Napun Gete
Kostanji Nait,SP,MT dari seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (kenan) bersama Achmad Soehono,ST,MT PPK waduk Napun Gete. Foto : Ebed de Rosary

Achmad Soehono, ST, MT PPK waduk Napun Gete kepada Cendana News menambahkan, bendungan Napun Gete yang memiliki tampungan maksimal 14,34 juta meter kubik dibangun untuk pengendalian banjir di daerah hilir serta untuk menyediakan air baku bagi warga kota Maumere sebesar 214 liter per detik.

“Pembangunan bendungan juga untuk menyediakan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 300 hektare. Juga memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,78 Megawatt dan diharapkan juga bendungan ini akan menjadi ikon wisata di kabupaten Sikka,” tuturnya.

Untuk air bersih terang Achmad, pihaknya hanya bertugas menyiapkan reservoir sementara tugas Cipta Karya memasang jaringan dari reservoir ke kecamatan. Untuk memasang jaringan pipa ke rumah-rumah warga menjadi tugas dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Sikka.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.