Pembangunan Menara Masjid Raya Sumbar Disorot Perlemen

Editor: Irvan Syafari

545

PADANG — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan menara Masjid Raya Sumatera Barat Karimis menjelaskan saat ini pembangunan menara itu dalam tahap penyelesaian, dan diperkirakan bisa selesai pada 31 Maret 2018.

Menara setinggi 85 meter yang mirip seperti rudal itu, sebelumnya pembangunan menara Masjid Raya Sumatera Barat senilai Rp19,5 miliar dimaksud, rencananya selesai pada akhir 2017, tetapi terhitung 31 Desember 2017, pengerjaannya baru selesai 71 persen.

“Saya yakin sesuai jadwal yang diberikan untuk penyelesaian menara itu yakni 31 Maret 2018, diyakini bisa selesai tepat waktu,” katanya petang tadi, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, melihat perkembangan pekerjaan hingga kini, kemungkinan besar pekerjaannya bisa selesai dalam pekan ini.

Karimis, yang juga sebagai Kabag Agama Biro Bidang Bina Mental dan Kesra Sekretariat Provinsi Sumatera Barat, ia menyatakan bahkan sampai saat ini pekerjaan sudah hampir 100 persen sesuai kontrak yang ada.

Pembangunan menara Masjid Raya Sumatera Barat itu senilai Rp19,5 miliar. Sebelumnya kepada pihak Kontraktor PT Marlancho juga telah diberikan tenggat waktu 90 hari untuk menyelesaikan 29 persen sisa pekerjaan dengan nominal Rp5,1 miliar.

Akan tetapi, hal tersebut tidak tercapai, sehingga pihak kontraktor harus membayar denda sekitar Rp5 juta per hari. Artinya, jika dalam 90 hari pekerjaan tidak juga tuntas, maka rekanan dikenakan denda 9 persen dari sisa kontrak jaminan yang akan dicairkan dan perusahaan tersebut diblacklist secara nasional.

Hal ini turut disoroti oleh Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, HM Nurnas. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ada langkah dari Pemprov Sumbar

“Perlu ada langkah tegas dengan memberi peringatan keras untuk PT Marlancho yang mengerjakan proyek itu,” ucapnya.

PT Marlancho yang sebelumnya sudah dikenai sanksi karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga akhir 2017 lalu, seharusnya menjadi catatan bagi Pemprov Sumbar.

Bahkan ia juga menyoroti kesepakatan awal kontraktor yang menyatakan pekerjaan yang melakukan pengerjaan dengan siang dan malam untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Namun, Nurmas melihat sejak pertengahan Februari pengerjaan hanya dilaksanakan siang hari saja. Nurnas pesimis pengerjaan itu bisa tepat waktu karena pengerjaan hanya dilaksanakan setengah hari saja.

Menurutnya, Pemprov Sumbar harus tegas dalam pengerjaan proyek tersebut dengan memberikan sanksi berat untuk PT Marlancho pasalnya, kontraktor luar Sumbar itu sebelumnya sudah dikenai sanksi dan terancam kembali gagal menyelesaikan proyek tepat waktu.

Baca Juga
Lihat juga...