Pembangunan RPTRA, Sandiaga: Saya Tidak Suka Iklan Berkedok CSR

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

207

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno merasa terganggu dengan adanya pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang dimanfaatkan sebagai ruang iklan dari pihak pengembang dengan berkedok Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam pandangannya selama ini, RPTRA justru dimanfaatkan sebagai ruang beriklan bagi perusahaan yang membangun.

“Saya tidak suka yang berkedok CSR padahal itu adalah iklan. Kalau RPTRA itu CSR tapi gambarnya satu produk sendiri, itu bukan CSR tetapi itu mengiklankan,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

Mantan pengusaha itu menerangkan, dia lebih menyukai dengan pengembang yang menyatakan secara terang-terangan jika ingin melakukan branding dengan bantuan CSR. Sehingga, Sandi akan memberikan kemudahan dalam bentuk perpajakan maupun perizinan sebagai timbal balik bantuan.

“Mereka bilang mau branding untuk produknya ya silakan kita beri kemudahan dari segi perpajakannya, perizinannya,” sambungnya.

Dia juga mempersilakan pengembang mengajukan kepada Pemprov DKI Jakarta jika ingin membantu pembangunan RPTRA dengan program CSR.

“Silakan diajukan saja, saya serahkan teknisnya ke pokoknya, konsennya kita mendukung adanya ruang terbuka. Pasti ada APBD kalau untuk merawatnya,” imbuhnya.

Dia menjelasnkan, pihaknya akan mempertimbangkan kembali untuk membuka keran APBD untuk pembiayaan RPTRA.

Sekadar informasi, pembangunan RPTRA di Jakarta mulai digencarkan saat masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk memenuhi tempat bagi anak maupun manula. Salah satu RPTRA terbesar di Jakarta berada di RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat.

Hingga kini, Pemprov DKI Jakarta sudah membangun sebanyak 290 RTPRA. Rencananya, Pemprov DKI akan membangun 47 RPTRA lagi di tahun ini.

Baca Juga
Lihat juga...