Pembangunan Waduk Napun Gete di Sikka Capai 27 Persen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

565

MAUMERE — Pembangunan waduk Napun Gete di kecamatan waiblama kabupaten Sikka, salah satu proyek strategis nasional yang dilaksanakan sejak Januari 2017 telah mencapai 27 persen.

“Pembangunan sudah sekitar 27 persen dan masih sesuai dengan perencanaan. Selain penggalian dan pembuatan jalan ke lokasi waduk, juga sudah diselesaikan bangunan kantor, mess pekerja, laboratorium dan klinik,” terang Kostanji Nait, SP, MT dari seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Selasa (26/3/2018).

Sejak awal kata Kostanji kepada Cendana News, pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah daerah kabupaten Sikka lokasi mana saja yang lahannya harus dibebaskan terlebih dahulu. Dengan demikian, kontraktor pelaksana bisa melakukan pekerjaan pembangunan sesuai dengan tahapan dalam perencanaan.

“Kordinasi yang bagus sejak awal dengan pemerintah daerah membuat pekerjaan di lapangan bisa berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Pekerjaan melibatkan sebanyak 169 personel dan didukung oleh sejumlah peralatan berat yang akan ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan,” terangnya.

waduk Napun Gete
Kostanji Nait,SP,MT dari seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (kenan) bersama Achmad Soehono,ST,MT PPK waduk Napun Gete. Foto : Ebed de Rosary

PPK waduk Napun Gete ini menambahkan, memang dalam pekerjaan di lapangan ada kendala dimana masyarakat pernah melakukan penutupan lahan akibat belum adanya ganti rugi lahan oleh pemrintah daerah.

“Masalah tanah untuk sementara belum sampai menghambat aktifitas pekerjaan pembangunan di lapangan. Namun tentunya kami berharap agar lahan yang belum diganti rugi seluas 134,6 hektare bisa segera diselesaikan agar tidak ada kendala yang dialami terkait lahan,” ungkapnya.

Ditambahkan, lokasi pembangunan bendungan Napun Gete terletak di antara dua desa yakni desa Ilin Medo dan Werang di kcamatan Waiblama.

“Bendungan dengan luas areal genangan sebesar 85,96 hektare ini membutuhkan lahan untuk pembangunan seluas 161,6 hektare,” bebernya.

Lahan tersebut tambah Achmad, terdiri dari 3,6 hektare milik bantaran sungai dan seluas 158 hektar lainnya milik masyarakat. Yang merupakan daerah terdampak 89,6 hektare berada di desa Ilin Medo dan 68,4 hektar lainnya berada di desa Werang.

Baca Juga
Lihat juga...