Pemkot Balikpapan Optimalkan Waduk Wonorejo

Editor: Koko Triarko

342

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan akan mengoptimalkan Waduk Wonorejo, guna mengurangi air yang mengalir ke hilir atau ke kota. Hal itu dikatakan Plt. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, di sela pemantauan langsung ke titik banjir, Kamis (22/3/2018).

Rahmad menyatakan, dalam mengurangi titik banjir dan air yang mengalir ke kota atau ke hilir, maka hulu akan diperbaiki secara bertahap. Seperti di Waduk Wonorejo yang harus dioptimalkan, di mana tahun ini akan diperlebar dan digali untuk menampung air hujan lebih besar.

“Ya, doakan saja kita kerja. Kapasitasnya ini kita punya 6 hektare untuk Waduk Wonorejo, jadi semaksimal mungkin kita perlebar kemudian digali sedimennya. Ini hulunya dulu yang diperbaiki, karena untuk mengirim air ke kota, ke selatan. Jadi, kalau ini berhasil, airnya ditampung di sini. Insyaalah bisa mengurangi air yang mengalir,” katanya.

Dengan diperluas dan diperbaikinya waduk tersebut, maka air hujan yang ada di kawasan ini  bisa ditampung terlebih dahulu. Ia memperkirakan, bisa mengurangi titik banjir bila di hulu diperbaiki dengan maksimal.

“Di sini kita perbaiki dulu, air di sini ditahan bisa menghambat genangan air,” tandasnya.

Rahmad menargetkan tahun ini bisa dikerjakan dan 2019 akan dimasukkan anggaran untuk Waduk Wonorejo. “Target tahun ini, dan paling tidak tahun 2019 sudah masuk anggaran full untuk di sini. Untuk titik banjir baru belum ada, saya belum dapat laporan. Ya, pelan-pelan kita perbaiki,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Rita, mengungkapkan setelah hari raya Idul Fitri pekerjaan pelebaran Waduk Wonorejo mulai dikerjakan dan semua genangan yang ada akan dinormalisasi.

“Nanti semua pekerjaannya setelah lebaran, mudah-mudahan selesai lelang fisiknya. Semua genangan yang ada akan dinormalisasi,” terangnya, yang juga ikut memantau titik banjir.

Sedangkan anggaran yang dianggarkan untuk semua titik banjir pada tahun ini sebesar Rp4,8 miliar. “Anggaran yang dikeluarkan Rp4,8 miliar, untuk semua titik banjir. Dan, untuk pintu waduk yang rusak akan kami perbaiki,” tambah Rita.

Sementara itu, Lurah Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Slamet Riyadi, mengaku bila hujan dengan intensitas tinggi di wilayahnya terdapat lima titik yang alami banjir.

“Ada lima RT yang terkena banjir bila hujan dengan intensitas yang sangat tinggi, terakhir banjir tahun 2017. Paling parah yang dirasakan pada RT 2, sekitar 5-10 warga. Kalau sudah banjir kami di kelurahan langsung koordinasi dengan BPBD dan warga diminta bertahan kemudian logistik akan kami kirim,” tukasnya.

Slamet menambahkan, yang dilakukan saat ini untuk mengurangi banjir adalah dengan menggali sedimen di drainase sekitar dan pemerintah juga melakukan pelebaran drainase.

“Tapi, sudah diusahakan oleh pemerintah dengan memperlebar drainase dan menggali sedimen,” imbuh Slamet.

Baca Juga
Lihat juga...