Pemuda di Ketapang Gotong Royong Buat Ogoh Ogoh Jelang Nyepi

490

LAMPUNG — Pemuda pemeluk Hindu di dusun Yogaloka desa Sumur kecamatan Ketapang mulai membuat ogoh ogoh untuk diletakkan di bale banjar serta sejumlah titik jalan desa. Kegiatan yang dilakukan secara bergotong royong menggunakan bahan kayu jambu, bambu dan busa dibentuk menyerupai karakter tertentu.

Wayan (18), warga setempat menyebutkan, pembuatan ogoh ogoh membutuhkan waktu selama dua pekan untuk karakter patung berukuran kecil dan waktu satu bulan untuk ukuran besar.

Ogoh ogoh yang dibuat di dusun Yogaloka seperti tahun sebelumnya dibuat sebanyak 15 buah tersebar di beberapa dusun. Bersama rekan rekannya Wayan membuat karakter patung raksasa berukuran tinggi dua meter.

“Ogoh ogoh merupakan patung perwujudan buta kala dengan penampilan yang menyeramkan tapi juga penampilan lucu seperti karakter film kartun yang disukai anak anak sekarang,” terang Wayan saat ditemui Cendana News, Kamis sore (1/3/2018).

ogoh ogoh
Wayan, salah satu pemuda warga dusun Yogaloka desa Sumur kecamatan Ketapang Lampung Selatan membantu pembuatan ogoh ogoh [Foto: Henk Widi]
Setelah pembuatan bagian tubuh, tangan, kepala proses akhir dilakukan dengan pembuatan aksesoris baju. Aksesoris tersebut akan dibuat menjelang hari raya Nyepi agar kondisi aksesoris tetap dalam kondisi bagus.

Ogoh ogoh yang sudah selesai disebut Wayan akan disiapkan di jalan utama desa untuk acara malam pengrupukan atau malam sebelum hari raya Nyepi 1940 yang jatuh pada Sabtu 17 Maret 2018.

Malam pengrupukan atau malam tahun baru akan dilakukan dengan menggelar ritual Bhuta Yajna untuk menyingkirkan hal hal negatif dari wilayah yang ditinggali masyarakat pemeluk Hindu.

Selain di dusun Yogaloka pantauan Cendana News proses pembuatan ogoh ogoh juga dilakukan oleh warga Buana Nirwana, desa Bangunrejo dan desa Tridharmayoga kecamatan Ketapang.

Selain pembuatan ogoh ogoh dipergunakan untuk dipergunakan oleh masing masing banjar sebagian merupakan pesanan banjar lain. Harga satu ogoh ogoh berdasarkan ukuran dan kerumitan penjualan dipesan dengan harga Rp3juta hingga Rp5juta.

“Kami membuat tiga ogoh ogoh dengan karakter butha kala yang merupakan pesanan warga dari wilayah lain untuk dikirim sepekan sebelum Nyepi,” beber Nyoman warga desa Tridharmayoga.

Baca Juga
Lihat juga...