Pengacara, Panitera dan Hakim Terjaring OTT di Tangerang

Editor: Mahadeva WS

418
Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah - Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA —- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini tangkap tangan dilakukan di Tangerang dan tercatat ada tujuh orang yang berhasil diamankan oleh petugas KPK.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya OTT. “Benar memang ada kegiatan penindakan atau Operasi Tangkap Tangan. Informasinya ada tujuh orang yang berhasil ditangkap dan diamankan. Masing-masing terdiri dari unsur pengacara atau penasehat hukum, panitera pengganti, hakim hingga pihak swasta,” kata Febri Diansyah, Selasa (13/3/2018) dinihari.

Ketujuh orang yang tertangkap tangan tersebut, hingga Selasa (13/3/2018) dini hari, masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Hingga berita ini diturunkan, Febri mengaku belum mengetahui secara persis bagaimana hasil pemeriksaan tersebut.

Febri menyebut, OTT kali ini berkat kerjasama atau koordinasi yang dilakukan antar lembaga penegak hukum, salah satunya adalah Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung. Informasi terkait adamya transaksi yang berasal dari Bawas tersebut kemudian segera ditindaklanjuti oleh KPK.

Selain menangkap 7 orang tersebut, petugas KPK dilaporkan juga berhasil mengamankan dan menyita sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi terkait hadiah atau janji. Namun Febri Diansyah belum bersedia memberikan penjelasan rinci terkait berapa jumlah total uang tersebut dengan dalih masih dihitung.

Seperti biasanya, KPK akan memaksimalkan waktu 1×24 jam yang dimiliki untuk memproses hasil tangkap tangan yang dilakukan. Penetapan tersangka dalam setiap kasus dilakukan dalam jumpa pers yang dilakukan setelah 1×24 jam penangkapan.

“Rencananya Selasa (13/3/2018) besok akan dilakukan acara jumpa pers terkait informasi seputar kegiatan OTT yang digelar petugas KPK di wilayah Tangerang, Provinsi Banten. Penyidik KPK diketahui masih punya waktu hingga 1 X 24 jam untuk menentukan status hukum masing-masing pihak yang terjaring OTT KPK” pungkas Febri Diansyah.

Baca Juga
Lihat juga...