Pengembangan Pariwisata Kaltim Terkendala Infrastruktur

Editor: Koko Triarko

264

BALIKPAPAN — Guna mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan, Provinsi Kalimantan Timur harus bekerja keras memperbaiki infrastruktur.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Safruddin Pernyata, menjelaskan destinasi wisata yang dapat dikunjungi untuk wilayah Kaltim sangat banyak. Hanya saja, Provinsi ‘Bumi Etam Borneo’ ini masih memiliki kelemahan dalam infrastruktur.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Safruddin Pernyata. –Foto: Ferry Cahyanti

“Kita destinasi apa saja ada, mau melihat danau ada danau Labuan Cermin di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur, lihat orangutan ada, beruang madu, pesut, gua juga ada. Kalau bicara destinasi kita punya semua. Kenapa kita tidak dikenal? Itu tadi, infrastruktur kita masih lemah,” jelasnya, di sela kegiatan Collaboration Destination Development yang diselenggarakan Angkasa Pura I, di Balikpapan, Senin (12/3/2018).

Karena itu, menurutnya, harus memperbaiki infrastruktur di darat dan memperbanyak bandara, agar akses menuju ke destinasi akan lebih cepat dan mudah.

“Infrastruktur bagian dari aksesibilitas, kalau aksesnya tidak bisa, sementara paketnya secantik mungkin tidak bisa. Butuh komitmen terhadap infrastruktur. Tugas kami mengenal dalam mempromosikan,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai anggaran promosi wisata Kaltim, Safruddin menyebutkan, sebesar Rp2 miliar dari Rp5,6 miliar anggaran pariwisata tahun 2018.

“Pada 2018, anggaran pariwisata ada sekitar Rp5,6 miliar, tapi bukan untuk pembangunan. Promosi Rp2 miliar dan itu naik dari 2017,” ujarnya.

General Manager AP I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Handy Heryuditiawan, siap mendukung upaya pemerintah provinsi Kaltim meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Dukungan itu salah satunya dengan memberikan potongan tarif parkir hingga 50 persen bagi setiap maskapai yang membuka rute baru di Apron bandara selama 6 bulan. Hal ini menjadi daya tarik kepada airline untuk mau membuka rute baru dengan mengurangi cost,” ucapnya.

Ditargetkan hingga pertengahan 2018 terdapat 26 rute penerbangan baru di Balikpapan. Karena saat ini baru sekitar 9 persen atau 600 ribu dari total 7,4 juga penumpang di Bandara SAMS yang datang ke Kaltim untuk berwisata.

“Kami optimis bisa tercapai, jika akses penerbangan ke sejumlah daerah tujuan wisata di regional Kalimantan,” bebernya.

Berdasarkan data AP I Balikpapan, terdapat 53 fasilitas parkir stand pesawat serta hangar, dengan 23 rute penerbangan, 12 Airlines berjadwal dan 7 Airlines charter.

Dalam sehari, total terdapat 180 take off/landing pesawat di bandara ini mampu mengangkut penumpang 5-15 juta orang per tahun.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.