Penjual Durian Minta Pemda Sikka Siapkan Pasar Buah

Editor: Irvan Syafari

449

MAUMERE –– Beberapa penjual durian tampak memarkirkan motornya di Jalan Achmad Yani, samping Kantor Bupati Sikka. Mereka tidak bermaksud untuk menemui bupati. Kehadiran mereka menarik perhatian Cendana News.

Mereka memang berjualan setiap musim durian di dekat kantor bupati. Mereka ingin punya tempat yang strategis dan tidak lagi diusir Satpol PP. Untuk itu mereka meminta pasar khusus buah.

“Kami minta kalau bisa pemerintah siapkan pasar khusus buah di Pusat Jajanan dan Cinderamata (PGC) agar penjual bisa berjualan dengan tenang. Kami sudah mencoba menjual durian di Pasar Alok, tapi pembelinya hampir tidak ada,” tutur salah seorang pedagang, Vinsensius Sebastianus Selasa (27/3/2018).

Dikatakan Beni sapaannya, pihaknya sering diusir Satpol PP Sikka karena berjualan di samping jalan yang berhadapan dengan kantor Bupati Sikka. Padahal mereka hanya ingin berjualan durian hanya sampai bulan Mei saja.

“Kami juga siapkan tempat sampah, supaya bila ada pembeli yang ingin makan di sini sampahnya tidak berserakan. Kami sangat menjaga kebersihan tempat ini. Memang sering Satpol PP datang dan mau mengusir kami, tapi kami juga tidak menghiraukan sebab buah durian juga kami taruh di atas motor,” tegasnya.

Bila diusir Satpol PP tandas Beni, pihaknya pindah dahulu ke tempat lain. Setelah Satpol PP pergi pihaknya kembali berjualan lagi di tempat tersebut. Setelah tidak lagi musim durian, pihaknya kembali bekerja seperti semula sebagai petani atau ojek.

Roland penjual durian lainnya menambahkan, kalau bisa pemerintah memberikan pelatihan kepada mereka agar durian bisa diolah menjadi kue, sirup atau lainnya. Mereka ingin medapatkan pelatihan agar durian bisa dikemas dan dijual ke luar daerah agar bisa memberikan tambahan penghasilan serta membuka peluang kerja bagi anak-anak muda yang masih menganggur.

“Durian ini kan tidak tahan lama dan paling lama 2 hari aromanya sudah hilang. Makanya kami harus cari tempat berjualan yang ramai dikunjungi pembeli agar durian kami tidak rusak dan mubasir,” terangnya

Setelah makan lanjut Roland, pembeli biasanya pembeli merasa puas dan mengatakan rasanya lezat. Banyak pembeli datang lagi untuk membeli secara rutin. Para pedagang durian menjual sejak pukul 8 pagi sampai jam 24.00 WITA atau jam 01.00 WITA.

“Kami ada sekitar 10 orang yang berjualan menggunakan sepeda motor dan ada satu orang yang berjualan menggunakan mobil pick up. Kalau menggunakan motor biasanya bisa membawa 40 sampai 50 buah durian,” bebernya.

Buah durian tersebut tambah Beni dibeli dari tetengga rumah di kampung dan juga dari kebun sendiri. Dengan harga bervariasi antara 10 ribu rupiah sampai 100 ribu rupiah sebuah tergantung besarnya buah. Para penjual mengantongi keuntungan 5 sampai 10 ribu rupiah per buahnya.

“Kalau terjual semua kami bisa mendapatkan keuntungan 250 sampai 500 ribu rupiah sehari. Namun keuntungan tersebut relatif, sebab terkadang dalam sehari hanya laku 20 sampai 30 buah saja,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.