Pensi Prima TMII, Sarat Edukasi Budaya Bangsa

Editor: Irvan Syafari

355

JAKARTA — Gerak penari cilik berbalut busana tradisional paduan warna hijau toska dan kain batik, tampak sangat gemulai. Dengan bakul di kepala, gerakan mereka tetap lincah dalam menampilkan Tari Ngapote khas daerah Madura, Jawa Timur.

Mereka adalah siswi SDN Lebak Bulus 04 Jakarta Selatan, yang berkesempatan tampil menari di Pesona Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, di panggung Walls area parkir selatan TMII, Minggu (4/3/2018).

Tari Ngapote ini mengisahkan tentang kehidupan para petani di Pulau Madura. Kegiatan para petani itu di antaranya, panen padi.

Tari Tempurung dari Sumatera Barat dibawakan oleh siswi, SDN Legoa 05 Jakarta Utara. Gerakan penari ini juga sangat memukau penonton.

Tari Tempurung ini merupakan kesenian masyarakat Solok Selatan. Gerak tarinya seperti tempurung saling beradu, dipadu dengan tabuhan gendang dan talempong, membuat tarian mereka terlihat eksotis.

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII Endang Sari Dewi mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan kepada sekolah dan sangar tari yang ada di Jabodetabek untuk pentas di TMII.

“Ini Pentas Seni Pelajar Indonesia Maju (Pensi Prima) memberikan kesempatan pada sekolah dan sanggar tari untuk tampil di TMII,” kata Endang kepada Cendana News saat ditemui di area panggung Walls tempat gelaran Pensi Pratama TMII, Jakarta, Minggu (4/3/2018).

Tujuan dari pentas seni ini menurutnya, untuk membangkitkan semangat anak-anak Indonesia tetap mencintai seni budaya bangsa. Sehingga diharapkan ada regenerasi yang melestarikan seni budaya bangsa kedepannya.

“Anak-anak yang tampil menari daerah ini dari usia pra sekolah hingga SD, diharapkan mereka jadi regerasi pelestarian seni budaya Indonesia,” ucap Endang.

Selain itu, jelas dia, sebagai bentuk apresiasi ditampilkan pula tarian “Pagelu” dari Anjungan Sulawesi Selatan TMII. Tarian ini merupakan contoh getak dan tari dari diklat tari dari anjungan tersebut sehingga diharapkan anak-anak termotivasi untuk terus melestarikan budaya bangsa.

“Jadi biar mereka melihat potensi diklat tari TMII itu ada pendidikan dan pelatihan dari tingkat dasar,menengah, dan akhir. Diharapkan Tari Pagelu ini menjadi tolak ukur anak-anak,” ujarnya.

Mengingat kata Endang, kalau menari di sekolah itu waktu berlatihanya terbatas beda dengan diklat tari anjungan daerah TMII yang rentang waktunya panjang. Sejak Senin hingga Sabtu dan Minggu selalu ada latihan yang telah diagendakan oleh masing-masing diklat tari anjungan daerah.

Disampaikan lagi, bahwa Pensi ini juga bukan hanya tampilan menari tapi juga mengedukasi anak-anak. Seperti ada game dengan melontarkan pertanyaan terkait TMII.

Contohnya, kata Endang, tadi ditanyakan pembawa acara kepada anak-anak yaitu ada berapa anjungan daerah di TMII? Begitu juga dengan jumlah museumnya. “Anak-anak sangat antusias menjawabnya. Ini edukasi membuka wawasan mereka. Yang bisa menebak dikasih voucher untuk kunjungan gratis ke wahana rekreasi TMII,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, anak-anak juga diberi kesempatan mencoba permainan tradisional. Di antaranya gangsing, tebak tepat, bakiak, dan engran.

“Kami perkenalkan permainan tradisional juga pada mereka. Ya ,biar sudah serba gadget tapi budaya dan permainan daerah jangan punah. Anak-anak harus tetap mengenal dan melestarikan,” imbuh Endang.

Tri Handari, guru tari SDN Lebak Bulus 04 Jakarta Selatan mengaku sekolahnya hampir setiap bulan tampil di ajang Pensi Prima TMII. Menurutnya, ajang ini memberikan kesempatan anak-anak tampil setelah berlatih tari di sekolah.

Siswi SDN Lengoa 05 Jakarta Utara menari Tempurung pada ajang Pensi Prima TMII di panggung Walls area parkir selatan TMII, Jakarta, Minggu (4/3/2018)/Foto: Sri Sugiarti.

“Pensi Prima ini meningkatkan kepercayaan anak karena ada kebanggaan tersendiri jadi kenangan mereka tampil di TMII ditonton orang banyak,” ujar Tri.

Sebagai informasi, Pensi Prima TMII ini ditampilkan setiap minggu pertama setiap bulan. Pada Minggu (4/3/2018) yang tampil sekitar 7 peserta. Di antaranya, SDN Legoa 05 Jakarta Utara, SDN Lebak Bulus 04 Jakarta Selatan, SDN Ceger 02 Jakarta Timur, SDTI Hidayatulah Taufik Bekasi, Sanggar Tari Puspita Bekasi, dan Sanggar Tari Tangerang.

Baca Juga
Lihat juga...