Perbaiki Cross Way Dagemage, BPBD Sikka Habiskan Rp.151 Juta

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

273

MAUMERE — Membuat jalan darurat di bekas cross wat Dagemage desa Kolisia kecamatan Magepanda, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPD) kabupaten Sikka menghabiskan anggaran 151 juta rupiah untuk dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat.

“Dana ini berasal dari pos dana tanggap darurat,” ujar kepala BPBD Sikka Muhammad Daeng Bakir, Jumat (2/3/2018).

Dikatakan Daeng Bakir, besarnya anggaran tersebut dialokasikan sebab sudah tiga kali dilakukan perbaikan. Perbaikan pertama dan kedua dengan membuat jalan darurat di atas bekas cross way serta menimbun batu dan membuat jalur air baru agar bisa memecah kekuatan air saat banjir.

“Dana tersebut untuk perencanaan, monitoring serta pekerjaan fisik di lapangan. Kita harus bangun sebab bila tidak dikerjakan maka otomatis jalur jalan dari kota Maumere menuju wilayah barat kabupaten Sikka, Ende dan Nagekeo putus total saat hujan turun,” terangnya.

Selain untuk jalan tersebut lanjut Daeng Bakir, BPBD Sikka juga mengalokasikan dana untuk pekerjaan pencegahan abrasi di Waipare desa Watumilok kecamatan Kangae. Dana yang dipergunakan sebesar 49 juta rupiah dan pekerjaannya pun sudah selesai dilakukan.

“Kalau untuk menahan abrasi di Waipare, kami hanya meminta agar ditimbun batu di sepanjang pantai untuk memecah gelombang bila terjadi angin kencang dan gelombang tinggi yang menyebabkan abrasi,” ungkapnya.

Plt.Bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar yang ditanyai Cendana News mengatakan, jembatan darurat Dagemage sudah bisa dilewati dan kekuatan air saat banjir diperlemah.Dinas PU memecah jalur air menjadi tiga jalur sehingga kekuatan air otomatis berkurang.

“Ini kan jalan strategis nasional yang menjadi tanggung jawab provinsi sehingga kami hanya membangun jembatan darurat saja jadi pengendara harus antri untuk melewatinya sebab jembatan ini hanya bisa dilalui satu buah kendaraan. Pemerintah kabupaten Sikka sudah berusaha maksimal untuk memperbaiki cross way dan bangun jembatan darurat,” jelasnya.

Cross Way Dagemage
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka Muhammad Daeng Bakir. Foto : Ebed de Rosary

Nong Susar sapaannya, juga sudah meminta kepala desa Kolisia agar bisa mengawasi masyarakat khususnya pemilik tanah yang dipergunakan membangun jembatan darurat agar jangan memungut uang dari pengendara seperti yang sebelumnya terjadi sebesar 50 ribu rupiah bahkan 100 ribu rupiah.

“Kalau mau pungut jangan terlalu mahal dan tidak membebani pengendara sehingga masyarakat pun tidak protes. Bila perlu sumbangan yang diminta bersifat sukarela saja sehingga tidak ada paksaan,” pintanya.

Baca Juga
Lihat juga...