Peringatan Serangan Umum 1 Maret Diharapkan Jadi Hari Nasional

Editor: Satmoko

362

YOGYAKARTA – Berbagai elemen masyarakat Yogyakarta melakukan peringatan peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret dengan mengikuti upacara bendera yang dipusatkan di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Kamis (1/3/2018).

Selain diikuti berbagai elemen mulai dari unsur pemerintah, TNI-Polri, para veteran, maupun pelajar dan berbagai komunitas masyarakat, peringatan Serangan Umum 1 Maret ke 69 ini juga dihadiri Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan RI Laksmana TNI M Faisal.

Ketua Penyelenggara Peringatan Serangan Umum 1 Maret, sekaligus Ketua Paguyuban Wehrkreise Yogyakarta, Sujono, seusai acara menyatakan, terus berupaya mendorong peringatan Serangan Umum 1 Maret sebagai hari besar nasional agar gaungnya meluas ke seluruh Indonesia. Pihaknya sendiri mengaku telah mengupayakan hal itu sejak beberapa tahun terakhir.

“Memang tidak mudah, butuh proses. Kita sedang mendorong hal itu dengan mengurus sesuai prosedur. Salah satu upaya kita adalah dengan mendatangkan pihak Menhan,” katanya.

Ketua Penyelenggara Peringatan Serangan Umum 1 Maret, sekaligus Ketua Paguyuban Wehrkreise Yogyakarta, Sujono. Foto: Jatmika H Kusmargana

Dengan menjadi hari nasional ia berharap gaung peristiwa sejarah Serangan Umum 1 Maret dapat lebih luas. Dengan begitu seluruh masyarakat Indonesia akan lebih mengetahui peranan masyarakat Yogyakarta dalam berjuang menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah memberikan pengertian kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bahwa Yogya punya peranan besar dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Ri Laksma TNI M Faisal sendiri mengakui, peringatan rutin Serangan Umum 1 Maret merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting dilakukan guna memupuk rasa nasionalisme sekaligus kesadaran bela negara.

Meski begitu, ia menyebut, untuk bisa ditetapkan sebagai hari besar nasional, butuh proses yang mesti dilakukan. Ia sendiri mengaku mendukung upaya mendorong peringatan Serangan Umum 1 Maret sebagai hari besar nasional.

Sejumlah peserta mengikuti upacara peringatan Serangan Umum 1 Maret di Plasa Monumen Serangan Umum 1 Maret di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Memang harus ada proses. Dengan diajukan ke kementerian terkait. Baik Kementerian Pertahanan, Kemendikbud maupun Kemensos. Nanti akan ada tim terpadu yang menilai. Kalau sudah diajukan sesuai prosedur dan memenuhi syarat yang ditetapkan, tentu akan bisa diterima,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...