Peringati HPSN, Balikpapan Deklarasi Kurangi Sampah Plastik

Editor: Satmoko

714

BALIKPAPAN – Dalam rangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, Kota Balikpapan memperoleh apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melaksanakan agenda Puncak HPSN 2018. Kegiatan ini pula akan menjadi poin bagi Pemerintah Daerah dalam penilaian penghargaan Adipura 2018.

Berbagai kegiatan dan komitmen untuk mengurangi sampah khususnya sampah plastik terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan.

Pada hari ini (25/3/2018), aksi pungut sampah menjadi bagian yang dilakukan di tiga titik kota yaitu sekitar pantai dan area publik, misalnya memungut penggunaan tumbler yang merupakan botol minuman berulang oleh seluruh warga Balikpapan. Komitmen pengurangan penggunaan kantong plastik juga dilakukan di mal serta pasar yang dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Balikpapan.

Kabid Evaluasi dan Tindaklanjut Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan, Hendratmoko menjelaskan, kegiatan hari ini diinisiasi oleh KLHK untuk melakukan aktivitas peduli sampah nasional.

“Sambutan KLHK bagus untuk Kota Balikpapan. Kita pun lakukan kegiatan lari sambil pungut sampah. Ini aktivitas antara sehat dan bersih. Sambil lari dan pungut sampah yang merupakan salah satu bentuk kampanye untuk menjaga kebersihan,” ungkapnya Minggu (25/3/2018).

Ia menilai kondisi pengelolaan sampah yang ada saat ini masih jauh dari kondisi ideal sehingga perlu dilakukan penanganan.

Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat menandatangani komitmen pengurangan sampah plastik. Foto: Ferry Cahyanti

“Pengelolaan sampah kita masih jauh dari kondisi ideal. Pengelolaan sampah ada dua tahapan yang pertama pengurangan dan kedua pemilahan. Untuk itu perlu dukungan serta partisipasi semua unsur termasuk masyarakat luas,” tukasnya.

Menurut Plt Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, adanya deklarasi dan kegiatan ini merupakan salah satu pelaksanaan komitmen untuk menjaga kebersihan. Untuk itu pula perlu dibuatkan Perwali guna mengurangi sampah, khususnya sampah plastik.

“Deklarasi komitmen kita menjaga kebersihan Kota Balikpapan. Perwali kita buatkan khusus untuk perusahaan. Namanya perwali tentu ada sanksi. Ini sebagai wujud kepedulian kita bagaimana mengelola sampah,” tandasnya.

Ia menegaskan dengan adanya perwali, sampah yang ada dapat dikurangi khususnya sampah plastik karena sampah yang ada di Kota Balikpapan didominasi oleh plastik. Rencananya perwali akan segera dikeluarkan untuk menindaklanjuti pengelolaan sampah.

“Dengan adanya perwali bisa lebih greget. Kita juga terus mengajak warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak sembarangan,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam aksi pungut sampah ini ia juga mengajak sejumlah elemen, seperti komunitas termasuk pelajar di Balikpapan untuk peduli sampah yang ada di sekitar. Kegiatan lainnya dalam rangkaian ini adalah dialog komunitas yang dilakukan oleh perwakilan komunitas anak – anak muda Kota Balikpapan, kader lingkungan, dan perwakilan pihak swasta yang peduli terhadap pengelolaan sampah di Kota Balikpapan.

Baca Juga
Lihat juga...