Petani Ketapang Dominan Tanam Padi Tahan Genangan Air

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

679

LAMPUNG — Kondisi cuaca didominasi hujan mengakibatkan hektaran lahan sawah di kecamatan Ketapang dan Palas kabupaten Lampung Selatan terendam banjir. Seperti tanaman padi di dusun Kali Lana desa Ruguk kecamatan Ketapang bahkan sudah terendam banjir selama tiga hari lebih.

Supri (30) warga sekitar menyebutkan, beruntung ia menanam varietas padi Muncul, salah satu varietas padi tahan genangan air cukup tinggi. Sebelumnya jenis padi varietas IR 64 dan Ciherang kerap gagal panen ketika ditanam musim penghujan dengan potensi banjir tinggi.

Selain kerap mengalami kerugian bibit, biaya operasional pemilihan bibit yang tidak sesuai dengan kondisi alam di wilayah tersebut membuat petani kerap merugi secara finansial.

“Kami belajar dari pengalaman selama bertahun tahun menanam padi di wilayah Ketapang kerap banjir dengan genangan air yang tinggi sehingga harus menanam padi tahan genangan air,” terang Supri salah satu petani di dusun Kali Lana desa Ruguk saat ditemui Cendana News, Senin sore (5/3/2018)

Kegagalan panen sebelum menanam varietas padi tahan genangan air diakui Supri kerap dialami petani di wilayah tersebut. Semenjak menanam padi varietas Muncul Supri mengaku tidak lagi dipusingkan dengan kegagalan panen akibat tanaman padi terendam air.

Padi Tahan Genangan Air
Supri, petani penanam padi varietas Muncul yang memiliki ketahanan terhadap rendaman air banjir [Foto: Henk Widi]
Pada tanaman padi miliknya yang berusia sekitar 35 hari setelah tanam Supri menyebut tanaman padi miliknya masih tetap tegak berdiri.

Meski demikian, ia berharap meski curah hujan tinggi namun air yang menggenang di lahan sawah bisa segera surut. Selain bisa berpotensi menurunkan produktivitas padi, Supri menyebut aktifitas untuk pemupukan akan terganggu.

Petani lain, Hendri (40) yang memiliki lahan dengan potensi terkena banjir tinggi juga menanam bibit unggul tahan air. Padi unggul tahan air yang ditanamnya merupakan jenis padi Inpari yang sudah ditanamnya sejak setahun lalu. Varietas tersebut ditanam setelah melihat kondisi lahan sawah yang berada di cekungan dan dataran rendah.

“Tanaman padi jenis Inpari memang diperkenalkan oleh penyuluh pertanian sehingga kami tidak khawatir saat banjir melanda dengan ketahanan padi dari genangan air,” terang Hendri.

Ia menyebut salah satu kendala genangan air di lahan pertanian sawah petani terjadi akibat saluran gorong gorong yang kecil. Ia berharap pihak terkait bisa melakukan perbaikan saluran irigasi tepat berada di Jalan Lintas Timur Sumatera tersebut.

Akibat saluran yang sempit saat musim hujan areal lahan persawahan di wilayah tersebut kerap terendam air. Solusi yang dipilih petani termasuk Hendri melakukan penanaman padi tahan rendaman diantaranya jenis Inpari dan Muncul.

Baca Juga
Lihat juga...