Petani Lamsel Tangkal Hama Keong Mas dengan Pagar Plastik

Editor: Irvan Syafari

473

LAMPUNG — Petani Lampung Selatan di sepanjang aliran Sungai Way Pisang, Way Sekampung masih dihantui bencana alam banjir yang merusak lahan pertanian padi.

Meski banjir sudah surut di Desa Palas Aji, Desa Pulau Tengah, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas dan sebagian Kecamatan Sragi, petani harus melakukan proses penanaman kembali dan penyulaman.

Selain banjir petani padi masih dihantui hama keong mas dan tikus yang menyerang tanaman padi usia 20 hari hingga masa padi berbulir.

Menurut Samad (40,) salah satu petani padi di Desa Bandanhurip, hama keong mas masih menyerang area sawah miliknya. Hama keong mas semakin merajalela pasca banjir karena terbawa arus aliran air dari sawah milik petani lain.

Selain melakukan pembasmian hama keong mas dengan obat obatan kimia, proses pengambilan secara manual membuang keong, ia juga mulai menggunakan pagar plastik.

“Pagar plastik sejenis mulsa terpaksa saya gunakan mengantisipasi serangan hama keong mas dan tikus dan sebagian ternak ayam dan bebek milik warga yang lepas ke areal persawahan merusak tanaman padi,” ungkap Samad kepada Cendana News, Senin (12/3/2018)

Samad menyebut, dengan luas lahan satu hektare dirinya harus menyiapkan pagar plastik berukuran panjang masing masing 50 meter dan lebar 50 sentimeter. Meski mengeluarkan biaya ekstra penggunaan pagar plastik menekan kerugian akibat serangan hama keong mas dan tikus.

Serangan hama keong mas, yang menyerang tanaman padi sejak awal masa tanam hingga lima belas hari setelah tanam (HST) juga diantisipasi dengan petak umpan.

Petak umpan diakuinya merupakan lajur tanaman padi, yang sengaja ditempatkan di luar pagar plastik sebagai tempat berkumpulnya keong mas. Meski sebagai petak umpan tanaman padi tersebut juga dipelihara hingga masa panen.

“Saat diserang hama keong mas petak umpan tetap kita sulam dengan bibit tanaman baru. Hanya saja dengan adanya petak umpan hama keong mas terfokus di petak itu sehingga mudah dikendalikan,” papar Samad.

Pada lahan satu hektare miliknya terdapat tanaman padi varietas Muncul yang berusia satu bulan. Meski sempat terendam, ia belum melakukan proses pemupukan sehingga padi tidak membusuk.

Jika padi membusuk ia memastikan akan melakukan proses penyulaman dan mengalami kerugian akibat banjir dan serangan hama keong mas. Berisiko mengalami kegagalan panen pada saat banjir, Samad dan sejumlah petani dalam Kelompok Tani Bina Karya sudah mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTP).

Pada kondisi normal dalam satu hektare lahan ia memperoleh hasil panen sekitar 10 hingga 12 ton. Hasil tersebut bisa diperoleh saat musim gadu atau kemarau dan saat musim tanam rendengan atau penghujan, dia hanya panen sekitar 8 ton. Penurunan produksi disebutnya akibat hama dan banjir yang berimbas tanaman padi mengalami kerusakan dan pertumbuhan tidak sempurna.

Petani lain di Desa Sukarandeg, Kecamatan Sragi, Tumini (50) mengaku sudah menggunakan pagar plastik sejak tiga tahun terakhir. Varietas Muncul yang ditanam dengan ketahanan terhadap genangan disebutnya masih menghadapi serangan hama keong mas dan tikus.

“Biaya awal memang mahal bisa mengeluarkan ratusan ribu untuk membeli plastik sebagai pagar, tapi hasilnya maksimal untuk mengatasi hama,” papar Tumini.

Pagar plastik yang dipasang sang suami bernama Tumijo (50), dilengkapi dengan sistem bubu perangkap (Trap Barrier System=TBS) yang dipasang pada petak sawah.

Selain itu petak tanaman awal yang ditanam sekitar 2 minggu dari tanaman awal ditanam di sekitar petak utama. Penggunaan sistem tersebut diakuinya efesien mengendalikan hama keong mas dan tikus yang kerap menyerang tanaman padi miliknya.

Telur keong mas dan sebagian lahan padi yang habis diserang hama keong mas-Foto: Henk Widi.

Penggunaan bubu perangkap, pagar plastik disebut Tumini mengurangi biaya perawatan untuk pembelian pestisida dan obat obatan lain pembasmi hama. Ia mengaku sejak penggunaan sistem pagar dan TBS dirinya bisa meminimalisir serangan hama tikus pada tanaman padi utama.

Selama proses penyiangan gulma Tumini membersihkan telur serta hama keong mas, yang masih menyerang tanaman padi di petak umpan sekaligus perangkap miliknya.

Baca Juga
Lihat juga...