Petir Tewaskan 14 Orang di Rwanda Selatan

222
Ilustrasi peta Rwanda-Foto: Google Maps.

KIGALI — Sedikitnya 14 orang tewas dan sebanyak 140 orang lagi cedera ketika satu gereja disambar petir di Rwanda Selatan pada Sabtu lalu.

Sebagian orang yang cedera berada dalam kondisi kritis, kata Francois Habitegeko, Wali Kota Kabupaten Nyaruguru, Provinsi Southern.

Jumlah korban dalam tragedi tersebut tetap 14 pada Ahad, Gubernur Provinsi Southern Marie Rose Mureshyankwano, Senin pagi (12/3).

Relawan dan staf Palang Merah Rwanda telah membantu keluarga yang terpengaruh dalam mengubur korban, kata seprang pejabat Palang Merah yang tak ingin disebutkan jati dirinya.

Sebanyak 70 korban cedera dibawa ke Rumah Sakit Munini, dan 58 dari mereka telah diperkenankan pulang, kata Innocent Ndebeyaho, Direktur Rumah Sakit Munini, pada Ahad.

Salah seorang dari mereka dirujuk ke University Teaching Hospital di Butare, rumah sakit rujukan nasional, katanya.

Sebanyak 70 orang lagi dibawa ke instalasi kesehatan lain dan telah diperkenankan pulang, ia menambahkan.

Petir menyambar melalui pintu belakang gereja tersebut yang terbuka, mempengaruhi mereka yang duduk di bagian belakang dan menewaskan semua orang yang memiliki telepon, kata Ndebeyaho.

Petir itu juga merusak tembok belakang gereja, kata direktur tersebut.

Dua orang lagi dilaporkan tewas akibat disambar petir pada Ahad dalam kasus terpisah di Kabupaten Gisagara dan Huye di provinsi tersebut, kata gubernur itu.

Dalam sambaran petir lain pada Jumat, dua orang –termasuk seorang murid sekolah dasar– meninggal dan 16 orang lagi cedera di Kabupaten Nyaruguru, sehingga jumlah orang yang tewas jadi 18 di provinsi tersebut dalam tiga hari belakangan (Ant).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.