Picu Polemik, Penangkapan Penjual Ikan oleh Satpol PP

Editor: Satmoko

278

MAUMERE – Penangkapan penjual ikan oleh Satpol PP disesalkan sejumlah kalangan. Satpol PP dianggap arogan telah melakukan penangkapan terhadap penjual ikan yang berada di sepanjang jalan di Kota Maumere. Sejak dari Kelurahan Waioti di Kecamatan Alok Timur hingga ke Waipare Kecamatan Kangae di wilayah timur Kota Maumere.

“Terkait dengan pengendalian lingkungan, khususnya bagi para penjual ikan di jalan. yang mana berujung pada diterapkannya sanksi hukum berupa Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kami menegaskan kepada pemerintah, agar tidak lagi menangkap para penjual ikan yang ada di sepanjang jalan,” sebut Yani Making, salah satu pihak yang menyesalkan penangkapan itu, Sabtu (10/3/2018).

Kepada Cendana News, Yani sapaannya, menegaskan, dengan menangkap para penjual ikan apakah dapat menyelesaikan masalah? Menurut Yani Making, gaya brutal yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap masyarakat penjual ikan di halaman rumahnya seperti di Waipare menunjukkan kesewenang-wenangan terhadap masyarakat kecil.

Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka Yosef Benyamin, SH. Foto: Ebed de Rosary

“Penertiban untuk menegakkan Perda bukan hanya satu titik di Waipare, namun Satpol PP harus menertibkan mulai dari depan SDN Contoh Kelurahan Wairotang agar ada keadilan dan tidak terkesan pilih kasih,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, SH, menjelaskan, pihaknya tetap melakukan penertiban terhadap para pedagang ikan yang menjual ikan di sepanjang jalan negara karena melanggar Perda Ketertiban Umum.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan negara. Pemda telah menyediakan pasar senja dan di Waipare juga telah dibuatkan pasar desa,” sebutnya.

Kalau memang para pedagang sadar, tandas Yosef, maka mereka akan menempati tempat tersebut. Pihaknya juga akan melakukan razia dan menangkap pedagang yang melanggar Perda serta akan melakukan proses Tipiring.

“Dengan adanya sanksi tegas oleh hakim dengan beberapa kali diadakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), para pedagang yang berjualan di pinggir jalan sudah berkurang. Bahkan di Kota Maumere sudah hampir tidak ada,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...