Plt Bupati Sikka: Korem Wira Cendana Dibutuhkan

Editor: Irvan Syafari

455
Dandim 1603 Sikka Letkol Inf.Sugeng Prihatin-Foto : Ebed de Rosary.

MAUMERE –– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka menyetujui didirikannya Komando Resor Militer (Korem) 165 Wira Cendana di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda. Lokasinya sudah ditinjau Irjen Kementerian Pertahanan RI.

“Pemkab Sikka bersama staf dari Kementrian Pertahanan RI baru melakukan pemantauan lokasi di Kolisia untuk Kabupaten Sikka, sementara di Kabupaten Ende juga akan ditinjau beberapa lokasi yang ditawarkan oleh Pemkab Ende. Pada dasarnya kami setuju Korem dibangun di Sikka,” tegas Plt Bupati Sikka Drs Paolus Mong Susar, Kamis (22/3/2018).

Dikatakan Nong Susar sapaannya, memang di masyarakat ada padangan berbeda pada masa terjadi pemisahan Timor Timur dari Indonesia, di mana ada trauma dari masyarakat soal TNI. Sehingga saat itu ada penolakan dari masyarakat saat hendak didirikan Korem.

“Namun sekarang dengan adanya perubahan paradigma TNI, yang lebih menjaga dan melindungi ketahanan wilayah dan rakyat sehingga tugasnya lebih fungsional menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” tuturnya.

Itu sebabnya Pemkab Sikka mendukung kehadiran Korem di Sikka. Dengan adanya era tekonologi digital dan sikap masyarakat mulai liberal, maka kita perlu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah diperjuangkan para pendiri negara ini.

Dandim 1603 Sikka Letkol Inf Sugeng Prihatin menjelaskan, pembentukan Korem baru dengan nama Korem 165 Wira Cendana direncanakan pada 2019. Posisinya berada di Flores. Wilayah kerjanya meliputi Pulau Flores, Lembata dan Alor, yang akan dipimpin oleh seorang perwira tinggi berpangkat kolonel.

“Setelah meninjau lokasi di Kolisia, Letjen Agus Sutomo Irjen Kementrian Pertahanan berkenan sebab lokasinya berada di perbukitan. Pemandangannya bagus, di mana bisa melihat langsung ke laut lepas dengan gugusan kepulauannya,” ungkapnya.

Menurut Dandim, Irjen Kementerian pertananan RI Letjen Agus Sutomo, saat dialog dengan masyarakat Desa Kolisia  dalam suatu kunjungan, juga menyampaikan bahwa bila masyarakat tidak menerima kehadiran Korem, maka tidak akan dipaksa.

Pemkab Ende juga telah menyediakan lahan sehingga nanti akan ditentukan lokasi mana yang dipilih.

“Dengan hadirnya Korem maka ekonomi masyarakat di sekitar lokasi Korem akan meningkat dan lambat laun daerah tersebut pun akan berkembang. Kami tidak menggunakan tanah masyarakat, sebab masih ada tanah pemerintah seluas sekitar 260 hektare. Sementara untuk membangun Korem hanya dibutuhkan luas awal 20 hektare saja,” bebernya.

Peninjaun lokasi yang direncanakan akan dibangun Korem 165 Wira Cendana di Desa Kolisia kecamatan Magepanda oleh staf Kementerian Pertahanan RI-Foto: Ebed de Rosary.

Personel TNI lanjut Sugeng, juga memiliki tanggung jawab membantu masyarakat, misalnya saat ada bencana. Dengan adanya Korem di Flores, maka diharapkan mobilisasi prajurit bisa lebih cepat.

“Presiden Jokowi memerintahkan untuk pemerataan, termasuk juga keberadaan TNI. Sebab saat ini kebanyakan aparat TNI berada di Jawa. Padahal masih banyak wilayah negeri ini yang masih butuh TNI untuk menjaganya, sehingga pemerintah pusat berencana mendirikan beberapa Korem,” terangnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk