PNS Pria Diberikan Cuti Sebulan untuk Menemani Istri Melahirkan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

253

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan kebijakan untuk pegawai negeri sipil (PNS) pria yang hendak menemani istrinya untuk melahirkan. Peraturan tersebut merupakan realisasi dari rencana kerja dari pemerintahan Anies-Sandi.

“Kami sudah menjanjikan program ini dan menjadikan salah satu rencana kerja kita,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Mantan pengusaha itu menjelaskan keputusan yang digagas oleh Pemprov DKI Jakarta diklaim disambut baik oleh pemerintah pusat yang akhirnya diterbitkan oleh Peraturan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 poin II E Nomor 3.

“Kebetulan sekarang cantolan (hukum) dari pemerintah pusatnya sudah terbit. Jadi, kita sudah keluarkan pergubnya. Kita sampaikan untuk PNS yang menemani istrinya melahirkan kita beri kesempata cuti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk PNS pria yang ingin mengajukan cuti paling lama sebulan sebelum mendampingi istri yang menjalani proses melahirkan dan operasi cesar. Pihaknya akan memberikan izin satu minggu sebelum istri mereka melahirkan dan tiga minggu setelah sang buah hati lahir.

“Satu minggu sebelum kelahiran dan tiga minggu setelah kelahiran,” paparnya.

Sementara Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan kebijakan pemberian cuti untuk PNS laki-laki merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah pada gender dengan memberikan kesempatan sama kepada PNS laki-laki dan wanita dalam mengurus keluarga.

Dia menuturkan, peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 yang disebut Cuti Alasan Penting (CAP) bagi PNS pria dalam mendampingi istrinya bersalin tidak akan memotong cuti tahunan.

“Selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting PNS yang bersangkutan menerima penghasilan,” kata Ridwan kemarin.

Penghasilan itu dimaksud terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkannya peraturan pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan dan fasilitas PNS.

Selain itu, Kepala Badan Kepegawaian DKI Jakarta Syamsudin Lologau menuturkan peraturan curi PNS pria ini sudah berlaku semenjak Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Sejak Anies menjadi gubernur. Sudah ada perintah dari dia juga” ucapnya kemarin saat dihubungi.

Syamsudin menjelaskan cuti diberikan karena suami dinilai harus mendampingi istrinya selama proses persalinan dan awal-awal mengurus bayi. Kehadiran suami begitu penting untuk memberikan kekuatan pada istrinya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk