banner lebaran

Polda Kaltim Gelar Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial

Editor: Irvan Syafari

286

BALIKPAPAN — Guna menciptakan Pertahanan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di dunia siber, Polda Kaltim menggelar Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial di Balikpapan.

Lewat kegiatan ini Polri mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Dalam menciptakan hal tersebut, sosialisasi terus dilakukan kepolisian kepada elemen masyarakat agar memahami penggunaan media sosial.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menjelaskan kegiatan ini, digagas oleh Polri yang membidangi multimedia agar masyarakat dapat memanfaatkan media sosial lebih bijak maka sosialisasi perlu dilakukan.

“Di Polri sendiri sudah membentuk empat satuan kerja baru salah satunya divisi yang ada biro multimedia. Diharapkan Polda nanti juga ada sub bidang multimedia,” katanya saat pembukaan “Sosialisasi dan Deklarasi Bijak Bermedia Sosial Guna Menciptakan Harkamtibmas di Dunia Siber”, Rabu (28/3/2018).

Tujuannya bukan karena kekhawatiran, namun bagian dari program yang harus membekali masyarakat dalam pendidikan dunia siber ataupun media sosial.

“Saya kira bukan masalah kekhawatiran, itu sudah merupakan program, memang masyarakat harus dibekali. Jangan sampai dunia siber disalahgunakan, akhirnya yang rugi pengguna sendiri,” sebut Ade, di Balikpapan.

Ade menyebutkan yang datang pada sosialisasi adalah mereka dari usia produktif, yaitu pelajar, mahasiswa, pengguna media sosial dan jurnalis.

Kabag Diseminasi Informasi Digital Humas Polri AKBP Heru Yulianto mengatakan, pembentukan sub multimedia di tingkat Polda mulai terbentuk pada 2019 mendatang.

“Di tingkat Polda tahun 2019 sudah terbentuk, kerjanya sama dengan Mabes polri,” tuturnya.

Karena terbatasnya waktu dikatakannya dalam pembentukan memprioritaskan pada daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Jadi karena terbatasnya waktu kita prioritas pada daerah yang melaksanakan pilkada. Kita mengantisipasi kampanye hitam, hoax dan ujaran kebencian,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak semua masyarakat menggunakan media sosial secara bijaksana. Karena berdasarkan temuan banyak sekali kasus yang ditemukan.

“Tahun 2017 dan 2018 paling tinggi adalah kasus ujaran kebencian dan hoax. Di masing-masing Polda ada yang mengungkap,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.